107 Sekolah Tak Punya Kepsek

107 sekolah tak punya kepsek

sekolah_PURWOKERTO – Sebanyak 107 sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA tidak memiliki kepala sekolah. Untuk mengisi kekosongan, ada pelaksana tugas (plt) untuk mengantikan tugas sebagai kepala sekolah.

Ketua PGRI Kabupaten Banyumas Takdir Widagdo mengatakan, dari 107 sekolah didominasi jenjang SD yakni 99 sekolah. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 5 sekolah, dan sisanya dari jenjang SMA sebanyak 3 sekolah.

Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah, karena ada beberapa kepala sekolah yang meninggal dunia. “Laporan sudah masuk ke kami. Namun untuk total yang kosong (diluar 107) data masih kami rekap,” katanya, Kamis (10/3).

Kekosongan kepala sekolah karena beberapa hal, seperti periodesasi dan juga hasil seleksi kepala sekolah. Kepala sekolah dalam periode kedua menjabat mendapat nilai R2, yakni kisaran 61 hingga 80 akan diturunkan menjadi guru.

“Program tersebut sebenarnya sudah sejak 2002. Sudah banyak kepala sekolah yang turun menjadi guru,”katanya.

Menghadapi kekurangan kepala sekolah, Dinas Pendiikan Kabupaten Banyumas bersama LPMP Jawa Tengah telah melakukan seleksi sejak September 2015 lalu. Seleksi berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2014 tentang penugasan guru PNS sebagai kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Dari 214 orang yang diajukan, sebanyak 107 yang lolos seleksi,” katanya.

Sehingga guru yang telah lolos, April mendatang akan dilantik menjadi kepala sekolah. Namun kuota yang telah disiapkan masih kurang untuk menutupi kekurangan kepala sekolah. “Yang sudah siap dilantik 107 karena sudah lolos seleksi. Tapi jumlah itu membengkak. Jadi besok tetap ada sekolah yang kosong,” tambahnya.

Diakui Takdir, jabatan kepala sekolah tidak menjadi idaman guru. Karena dari segi tunjangan yang diberikan tidak jauh berbeda. “Paling selisih Rp 125 ribu, namun tanggung jawab mereka lebih besar dari sekedar mengajar,” ujarnya.

Salah satu indikasi jabatan kepsek tidak diminati, yakni salah satu kecamatan di Banyumas tidak mengajukan atau merekomendasikan guru menjadi kepala sekolah. “Kecamatan Sumbang tidak mengajukan kepala sekolah. Mungkin mereka melihat dari tunjangan yang diterima dan kewajiban yang dibebankan,” kata Takdir. (ida/sus)

Sumber: