2015, Angka Kematian Bayi 243 Kasus

2015, angka kematian bayi 243 kasus

PURWOKERTO – Selama kurun waktu 2015, angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas mencapai 243 kasus. Jadi, setiap 1.000 kelahiran hidup terdapat tujuh bayi yang meninggal dunia.

Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas Heny Sutikno SST MKes mengatakan, AKB masuk dalam target AKB kabupaten untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) secara nasional sebesar 8,6 per 1.000 kelahiran hidup.

“MDGs atau tujuan pembangunan millenium. Dengan AKB di Banyumas sebesar 8,4 per 1.000 kelahiran hidup, artinya telah masuk dengan target MDGs secara nasional,” katanya.

Dengan jumlah kasus AKB sebanyak 243, terjadi penurunan apabila dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 260 kasus. “Ada penurunan 17 kasus,” ujarnya.

Untuk penyebab meninggal 243 bayi, tuturnya, yaitu berat badan bayi lahir rendah (BBLR) 72 kasus, kegagalan bayi baru lahir untuk bernapas secara spontan dan teratur sehingga menimbulkan gangguan metabolisme pada tubuhnya sebanyak 34 kasus, kelainan (cacat bawaan) 49 kasus, gangguan paru 16 kasus, infeksi saluran pernafasan 4 kasus, aspirasi atau tersedak sebanyak 9 kasus, diare 6 kasus, infeksi 21 kasus, meningitis 9 kasus, dan lain-lain 23 kasus.

Heny menjelaskan, untuk menekan angka kematian bayi pihaknya rutin melakukan pembinaan kepada bidan setiap dua bulan sekali, melakukan pembinaan ke puskesmas, memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan. (yda/sus)

Sumber: