3.500 Buku Dihibahkan dari Perpustakaan Nasional ke Perpusda Banyumas

3.500 buku dihibahkan dari perpustakaan nasional ke perpusda banyumas

PURWOKERTO-Sedikitnya, 3.500 buku bacaan dihibahkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk masyarakat Banyumas melalui Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Banyumas. Buku-buku tersebut dihibahkan atas permintaan masyarakat Banyumas pada tahun 2017 lalu.

Sumiati, Kepala Seksi Pengembangan, Pembinaan, dan Kerjasama Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpusda Kabupaten Banyumas mengatakan tujuan diadakannya hibah buku ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

3.500 buku dihibahkan dari perpustakaan nasional ke perpusda banyumas

“Tahun lalu banyak masyarakat Banyumas yang mengajukan proposal permintaan buku,” kata Sumiati.Proposal tersebut diterima oleh perpusda kemudian disampaikan kepada Perpusnas. Ketika disetujui, maka masyarakat yang mengajukan akan mengambil sendiri buku hibah tersebut ke Perpusnas.
“Bulan Oktober adalah penghibahan tahap pertama, dan akhir Desember kemarin hibah buku tahap kedua telah dilakukan,” katanya.

Adapun daerah yang menerima hibah buku adalah Tim Penggerak PKK desa Pandak, Baturraden, Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kecamatan Pekuncen, Perpustakaan PKK Kabupaten Banyumas, Perpustakaan SMP Ma'arif NU 1 Kemranjen, TBM Griya Baca Jelita Desa Kebokura, Sumpiuh, Kecamatan Purwokerto Wetan, dan Komando Distrik Militer (Kodim). Masing-masing menerima 250 judul buku dan setiap judul berjumlah dua eksemplar.

Sumiati menyampaikan apabila di tahun 2018 ini ada masyarakat yang mengajukan proposal hibah buku sebagaimana tahun 2017 lalu, maka pihaknya akan menyampaikannya kepada Perpusnas.

“Setiap tahun pasti ada, dan tahun 2018 ini pasti ada juga,” ujarnya.

Bukan hanya dari segi pendidikan, manfaat diadakannya hibah buku ini juga mencapai bidang ekonomi, sosial, budaya, dan banyak bidang lainnya. Menurut Sumiati buku yang dihibahkan tersebut banyak jenisnya, sehingga isinyapun beraneka ragam.

“Ada buku pelatihan yang bisa masyarakat praktikan,” ujarnya. Dengan panduan buku masyarakat dapat berkreatifitas dan menghasilkan karya yang dapat dijual, seperti membuat kerajinan tangan ataupun makanan.

Dia berharap agar minat baca masyarakat dapat meningkat khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas. “Dengan banyaknya jenis buku semoga masyarakat tidak merasa jenuh,” tutupnya. (ing)

Sumber: