4 Terdakwa Kebakaran Lapas Tangerang Dituntut 2 Tahun Penjara

Tangerang

Empat terdakwa kasus kebakaran Lapas Tangerang dituntut 2 tahun penjara. Tuntutan ini dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Oktaviandi dari Kejari Kota Tangerang.

“Menjatuhkan pidana masing-masing dua tahun kepada para terdakwa,” ucap Oktaviandi dalam sidang, Selasa (2/8/2022).

Keempat terdakwa ialah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Sidang tuntutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Okta mengungkapkan beberapa hal yang meringankan para terdakwa. Ia menyebut hal yang meringankan bagi Butarbutar, Suparto, dan Rumanto adalah usia lanjut dan mereka mengakui perbuatannya.

“Butarbutar, Suparto, dan Rumanto, yang meringankan karena berusia lanjut dan mengakui perbuatannya. Yoga hal-hal yang meringankan masih muda masa depan cukup baik. Terkdakwa berterus terang dalam keterangannya,” tambahnya.

Tanggapan Pihak Terdakwa

Pengacara para terdakwa, Herman Simarmata, menyatakan optimistis kliennya tidak dihukum penjara lebih dari 2 tahun. Dia mengatakan pihaknya akan mengajukan pembelaan atau pleidoi.

“Menerima aja tuntutan tapi tanggal 23 (Agustus) kita lakukan pembelaan untuk masing-masing terdakwa. Kalau dokumen mungkin sudah ada perdamaian dengan pihak keluarga daripada 49 orang tersebut,” kata Herman usai sidang tuntutan.

Menurutnya, pernyataan soal kliennya melakukan kelalaian hingga menyebabkan terjadinya kebakaran Lapas Tangerang merupakan hak jaksa. Dia mengatakan pihaknya akan mempersiapkan data-data dan fakta-fakta untuk membela kliennya.

“Ya pembelaannya satu-satu orang. Kita lihat bahwa tuntutannya ada 3 orang dan 1 orang nanti kita lihat,” ujarnya.

Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Sebelumnya, empat mantan petugas Lapas Kelas I-A Kota Tangerang didakwa lalai sehingga menyebabkan kebakaran yang membuat orang lain meninggal dunia. Kebakaran lapas itu berujung tewasnya 49 orang narapidana atau napi.

Keempat terdakwa tersebut adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butarbutar. Suparto, Rusmanto, dan Yoga didakwa dengan Pasal 359 KUHP. Sedangkan Panahatan didakwa dengan Pasal 188 KUHP.

“Barang siapa karena kesalahannya atau kealpaannya menyebabkan orang lain mati,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Kobaran Api di Portugal Meluas Akibat Dilanda Gelombang Panas

[Gambas:Video 20detik]