5 Fakta Kasus Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU

Jakarta

Anggota DPRD Palembang menganiaya seorang wanita saat tengah antre untuk mengisi bahan bakar di SPBU. Wanita tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.

Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang diketahui terkait kasus anggota DPRD Palembang yang menganiaya wanita.

Viral di media sosial soal video rekaman kamera pengawas yang merekam dugaan penganiayaan seorang anggota DPRD Palembang terhadap seorang wanita. Dilansir detikSumut, diketahui kejadian penganiayaan itu terjadi di SPBU Jalan Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wanita yang menjadi korban penganiayaan tersebut bernama Tata (31). Tata mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 5 Agustus 2022 lalu saat dia dan ibunya sedang mengantre untuk mengisi Pertalite di SPBU tersebut. Mobilnya berada di posisi antrean nomor tiga.

5 fakta kasus anggota dprd palembang aniaya wanita di spbu5 Fakta Kasus Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU | Foto: Istimewa

Kronologi Kejadian Penganiayaan Oknum Anggota DPRD Palembang

Dilansir detikSumut, kejadian penganiayaan oknum anggota DPRD Palembang terhadap seorang wanita itu terjadi di SPBU Jalan Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Palembang pada 5 Agustus lalu. Kejadian itu terjadi saat wanita yang menjadi korban penganiayaan bernama Tata itu tengah mengantre. Kemudian, mobil berpelat BG 7 UB tiba-tiba datang dan seketika melintang di depan mobil mereka.

Diduga karena tak diizinkan menerobos antrean, pria pengendara mobil mewah dengan bintang tiga yang awalnya diduga milik anggota TNI itu itu lantas emosi. Dia sempat melontarkan kata-kata kotor berulang kali kepada Tata dan ibunya.

Tak sampai di situ, pria yang diduga oknum anggota DPRD Palembang berinisial MS itu malah memukul Tata. Saat itu Tata turun dan bertanya, pria itu masih berteriak dengan kata-kata yang tidak pantas. Hingga Tata dianiaya pria itu dengan cara dipukul di beberapa bagian tubuhnya dengan tangan kosong dan berakhir setelah dipisahkan warga sekitar.

Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Oknum Anggota DPRD Palembang

Terkait kejadian penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Palembang terhadap wanita bernama Tata, Polsek setempat membenarkan telah menerima laporan Tata. Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan.

“Laporannya sudah kita terima, sedang diproses,” kata Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Iptu Apriansyah.

Warga sempat menduga bahwa pria yang menganiaya wanita itu adalah anggota TNI. Sebab mobil yang dipakainya berpelat bintang tiga. Namun, setelah ditelusuri, mobil tersebut ternyata milik seorang anggota DPRD Palembang berinisial MS.

Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Iptu Apriansyah membenarkan bahwa mobil yang diduga hendak menerobos antrean itu adalah milik seorang anggota DPRD Palembang berinisial MS.

“Iya, milik seorang anggota DPRD,” kata Apriansyah.

Sosok Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita Terancam Dipecat

Diketahui, sosok anggota DPRD Palembang yang aniaya seorang wanita di SPBU yang berinisial MS itu adalah M Sukri Zen. Ketua DPC Gerindra Kota Palembang, Akbar Alfaro memastikan pria berinisial MS yang diduga menganiaya korban adalah M Sukri Zen. Dia adalah kader Gerindra yang kini menjadi anggota dewan. Dia menegaskan, aksi Sukri telah mencoreng nama baik partai.

Gerindra memastikan akan memberi sanksi tegas kepada oknum anggota DPRD Palembang yang menganiaya perempuan saat mengantre bahan bakar di SPBU. Anggota dewan berinisial MS alias M Sukri Zen itu terancam dipecat jika terbukti bersalah.

“Bapak Sukri Zen sebagai public figure, sebagai anggota DPRD Kota Palembang, sebagai representasi Partai Gerindra Palembang yang ada di tengah-tengah masyarakat dan sikap Gerindra Palembang akan memberikan sanksi tegas kepada Bapak Sukri Zen, bahkan sampai sanksi pemecatan,” kata Ketua DPC Gerindra Kota Palembang, Akbar Alfaro, seperti dilansir detikSumut, Rabu (24/8/2022).

Terkait pemecatan terhadap M Sukri Zen (MS) sebagai kader Gerindra, Akbar mengaku akan menunggu keputusan resmi dari DPP Gerindra.

Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU Minta Maaf

Oknum anggota DPRD Palembang berinisial MS alias M Sukri Zen, yang juga politisi Partai Gerindra, mengakui telah menganiaya wanita, Tata (31), di SPBU Palembang, Sumatera Selatan. Di hadapan Ketua DPC Gerindra, Sukri Zen meminta maaf kepada korban.

“Aku pribadi meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat ramai. Dan kepada yang bersangkutan (Tata) aku juga mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Sukri, kepada wartawan, seperti dilansir detikSumut, Rabu (24/8).

Menurut Sukri Zen, kejadian itu terjadi saat dia yang hendak membeli BBM jenis Pertamax dan Tata mengantre hendak membeli Pertalite. Saat itu, kata dia, dia meminta jalan kepada Tata. Akan tetapi, Tata yang berpikir dia hendak menerobos antrean Pertalite sehingga tidak memberikannya jalan.

“Aku mau beli Pertamax, dia mau beli Pertalite dan aku minta (dikasih) jalan, sudah itu saja,” kata Sukri.

Sehingga akhirnya Sukri berteriak dan memaki Tata dan ibunya dengan kata-kata tidak pantas berulang kali. Dan berakhir dengan kejadian penganiayaan yang dialami Tata, hingga Tata akhirnya melaporkan ke polisi.

Demikian informasi terkait kasus anggota DPRD Palembang yang menganiaya seorang wanita di SPBU.

Simak video ‘Anggota DPRD Palembang Bermobil Bintang 3 Aniaya Wanita di SPBU’:

[Gambas:Video 20detik]

(wia/imk)