57 Siswa SD Alami Gizi Buruk

57 siswa sd alami gizi buruk

PURWOKERTO – Sekolah yang ada di pelosok atau pinggiran akan mendapatkan makanan tambahan, melalui Program Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMTAS). Hal ini menyusul angka gizi buruk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data tahun 2015, ada 57 kasus.

“Tahun ini ada 300 siswa jenjang SD Banyumas yang mendapatkan PMTAS. Diutamakan bagi siswa yang berada di plosok desa,” jelas Kepala Seksi Pengendalian Mutu Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Taufik Widjatmoko didampingi staf Agus Sambodo.

Menurut dia, angka gizi buruk didominasi karena kesalahan pola asuh yang mencapai 47 kasus. Sisanya tujuh kasus arena infeksi dan tujuh kasus karena kelainan konjuital. “Program ini lintas SKPD, dan data pastinya ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas,” jelasnya.

Diharapkan, dengan adanya program PMTS dapat memperbaiki kondisi gizi anak-anak agar dapat mengenyam pendidikan dengan lancar. “Kami utamakan anak-anak yang ada di pelosok desa untuk menerima program ini. Sebab anak-anak yang ada di daerah perkotaan kondisi gizi sudah cukup baik,” katanya.

Dalam program tersebut, anak akan mendapat makanan tambahan di pagi hari atau sebelum proses pembelajaran dimulai selama 60 hari. Bentuk makanan yang diberikan berupa makanan ringan.

Tahun 2016, Dinas Pendidikan menerima anggaran Rp 48 juta untuk mendanai kegiatan PMTAS. Sebanyak 300 anak penerima program akan mendapat jatah Rp 3 ribu per siswa per hari.         “Alokasi 300 siswa ini kami serahkan ke beberapa UPK. Nantinya dari masing-masing UPK akan mengalokasikan kuota untuk siswa di sekolah yang berada di lingkupnya. Jadi program PMTAS belum bisa dirasakan semua siswa di tiap kabupaten,” katanya. (ida/sus)

Sumber: