6.662 Sampul KIS Tidak Valid

6.662 sampul kis tidak valid

kartu_indonesia_sehatPURWOKERTO – Sebanyak 6.662 sampul Kartu Indonesia Sehat (KIS) dinyatakan tidak valid. Hal itu diketahui pada saat proses distribusi yang dilakukan PT Pos Indonesia Purwokerto beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, PT Pos masih melakukan distribusi kepada 14.988 KK yang ada di seluruh Banyumas.

Wakil Kepala PT Pos Indonesia, Achmad Juanedi mengatakan, sampai awal Februari, PT Pos Indonesia Cabang Purwokerto sudah melakukan tiga kali distribusi KIS. Namun ada beberapa sampul KIS yang dikembalikan karena data tidak valid.

“Data yang tidak valid seperti nama dan alamat. Sebagian besar alamat. Jadi ada di Kabupaten Banyumas, tetapi kecamatannya berada di luar Banyumas sehingga kita kembalikan,” jelasnya.

Dia merinci, proses distribusi yang dilakukan sudah tiga kali. Yaitu 60.404 KK pada akhir tahun 2015, 140.198 KK pada awal tahun 2016, dan saat ini masih melakukan distribusi 14.988 KK. “Prosedurnya sama. Jadi kita melalui komunitas, dan ada yang beberapa yang disalurkan langsung melalui Kantor Pos Purwokerto,” katanya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.189 sampul tidak dapat didistribusikan dan dikembalikan ke BPJS. Dikatakan, tidak terdistribusinya KIS dikarenakan berbagai faktor. Namun yang mendominasi faktor pindah domisili, dimana penerima KIS sudah tidak ada di alamat yang dituju dengan alasan sudah pindah domisili ke luar daerah.

“Beberapa juga ada yang sudah meninggal, sehingga tidak bisa didistribusikan. Sisanya dikarenakan rumah tujuan kosong atau tidak berpenghuni,” jelasnya.

Kepala BPJS Purwokerto Arif Saefudin mengatakan, terkait validitas data KIS, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dindukcapil. Diakui, beberapa data KIS memang tidak valid. Namun berdasarkan database yang ada di BPJS, akan terlihat data penerima KIS.

“Untuk data yang tidak valid, kita lakukan pengecekan data berdasarkan nama dan alamat. Beberapa sudah dicek, dan kebanyakan karena data ganda,” katanya. (bay/sus)

Sumber: