9 Pesawat Tempur Rusia Hancur dalam Ledakan di Pangkalan Udara Crimea

Kiev

Ukraina menuturkan sedikitnya sembilan pesawat tempur Rusia hancur dalam serentetan ledakan yang mengguncang pangkalan udara Moskow di Crimea pada Selasa (9/8) waktu setempat. Ledakan itu diduga kuat dipicu oleh serangan Ukraina, meskipun Rusia menyebut ledakan terjadi pada amunisi yang disimpan di sana.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (12/8/2022), Rusia membantah adanya pesawat tempur mereka yang rusak akibat ledakan pada Selasa (9/8) waktu setempat. Moskow juga membantah ledakan itu dipicu oleh serangan dari luar.

Namun foto-foto satelit jelas menunjukkan sedikitnya tujuh pesawat tempur di pangkalan itu telah hancur dan beberapa lainnya mungkin mengalami kerusakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pejabat Ukraina tidak secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu. Namun Kiev mengejek penjelasan Rusia yang menyebut seorang perokok yang ceroboh mungkin telah membuat amunisi yang disimpan di Pangkalan Udara Saki terbakar dan meledak.

Para analis menyebut penjelasan Moskow itu tidak masuk akal dan ada kemungkinan Ukraina menggunakan rudal antikapal untuk menyerang pangkalan Rusia itu.

Jika pasukan Ukraina, pada faktanya, bertanggung jawab atas ledakan itu, maka itu akan menjadi serangan besar pertama yang diketahui secara publik terhadap posisi militer Rusia di Semenanjung Crimea, yang dicaplok dari Ukraina tahun 2014 lalu.

Pesawat-pesawat tempur Rusia menggunakan Pangkalan Udara Saki untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Ukraina bagian selatan.

Ledakan-ledakan di pangkalan udara Rusia itu menewaskan satu orang dan melukai 14 orang lainnya, dengan para turis yang mengunjungi area pantai Saki berlarian karena panik saat kepulan asap menjulang ke udara.

Lihat juga video ‘Ledakan di Pangkalan Militer Rusia di Krimea Bukan Akibat Serangan’:

[Gambas:Video 20detik]