Ada 20 Pejuang Sosial di Banjarnegara, Mereka Selalu Siaga di Garda Terdepan

Berangkat dari kesadaran diri, menyaksikan kesenjangan sosial masyarakat yang terjadi, anak-anak muda dari 20 kecamatan di Banjarnegara tersentuh ingin berbuat sesuatu. Sudah satu dasawarsa lebih, sejak kerisauan itu membayangi mereka, niat ingin bisa berjuang meretas kesenjangan sosial yang terjadi di lingkungan mereka itu, cukup sulit tercapai karena belum tercipta sebuah wadah.

Adiita Hamid, misalnya, perempuan asal Kecamatan Wanadadi Banjarnegara, akhirnya berinisiatif bersama Karang Taruna di desanya melakukan kegiatan bakti sosial. Kegiatan itu dijalani bersama rekan lain, dengan tujuan berupaya untuk bisa membantu masalah kesenjangan sosial di wilayah Kecamatannya.

Kegiatan yang dilakukan Aditta kala itu masih sangat terbatas, karena persoalan sosial yang terjadi di masyarakat itu kompleks. Namun, semangatnya untuk terus bergerak tak pantang surut.

Ikhtiar Aditta tak sia-sia. Tahun 2009, Pemerintah melalui Kementrian Sosial mengeluarkan sebuah kebijakan baru terkait penanggulangan sosial dan kemiskinan yang kemudian melahirnya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Tenaga itu adalah seseorang yang diberi tugas, fungsi, dan kewenangan oleh pemerintah untuk jangka waktu tertentu bertugas melaksanakan serta membantu penyelenggaraan kesejahteraan sosial sesuai dengan wilayah penugasan di kecamatan.

Tak menunggu waktu lama, Aditta akhirnya mendaftarkan diri menjadi anggota TKSK ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsosappa) di daerahnya sebagai pelaksana rekrutmen. Dari daerah, nama calon TKSK yang lolos verifikasi lalu disampaikan ke Pepmrov Jateng hingga ke Kementrian Sosial. Karena niat awal yang tulus, Aditta lolos bersama 19 orang lain yang mewakili tiap-tiap kecamatan.

whatsapp image 2020 12 25 at 20.42.03 e1608903788663

Total ada 20 TKSK sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Setelah disahkan, ke-20 TKSK Banjarnegara itu pun langsung menjadi garda terdepan sebagai pejuang sosial. Sebagaimana tugas pokok dan fungsinya, membantu menyelenggarakan kesejahteraan sosial sesuai lingkup wilayah penugasan di tiap kecamatan.

“Kami ada untuk peduli mereka, itulah slogan kami sebagai TKSK. Kami adalah kepanjangan tangan dari Dinsosppa. Sebagai garda terdepan dalam penyelnggaraan usaha kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan,” kata Aditta, yang hingga kini dipercaya sebagai Koordinator TKSKBanjarnegara.

Di garda depan, TKSK bertanggungjawab dengan tugasnya dalam bidang kesejahteraan sosial meliputi pemantauan terhadap warga masyarakat yang harus memperoleh bantuan karena mereka mengalami disabilitas, tuna rungu, orang tua yang terlantar maupun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Dalam pelaksanaan penanganan dan penaggulangan kemiskinan, banyak sekali program yang dicanangkan baik dari pusat maupun daerah yang diberikan untuk mereka. Dari Pemprov Jawa Tengah, misalnya, terdapat program KJS yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena disabilitas, OJGK, dan para Lansia. Bantuan dalam program KJS itu adalah uang tunai sebesar Rp 250 ribu/bulan yang diberikan setiap tiga bulan sekali.

Nah, dalam menentukan penerima bantuan inilah peran TKSK sangat vital. Mereka harus melakukan pemantauan ke lapangan sampai ke ujung kampung penduduk, lalu bilaman terdapat warga yang harus menerima bantuan karena memang sesuai dengan kriteria, mereka selanjutnya mengajukan usulan ke Dinsosppa Banjarnegara. Dalam melakukan pantauan dan pendataan, TKSK juga melibatkan pihak desa dan kecamatan untuk berkoordinasi.

“TKSK lah yang mengawal program dari pemerintah agar penerima dari manfaat dicanangkannya program bisa tepat sasaran, waktu juga jumlah,” kata Aditta.

whatsapp image 2020 12 25 at 20.29.07

Bantuan kepada warga yang harus menerima program dari pemerintah, juga tidak hanya sebatas pada nilai yang sudah ditentukan seperti dalam bentuk uang tunai. Adiita dan rekan-rekan lainnya juga tidak mau berdiam diri ketika di suatu wilayah terdapat warga yang sedang membutuhkan peralatan, akan tetapi karena belum teralokasikan anggarannya dalam program pemerintah, maka mereka berinisiatif mendorong pihak lain secara sukarela apabila ingin memberikan sumbangan.

“Ketika kami sedang dalam proses mengusulkan ke pemerintah, Alhamdulillah kami sudah mendapatkan bantuan dari pihak luar yang secara sukarela menyumbangkan hearing atau alat bantu, krek, kursi roda, kaki palsu dan alat lainnya. Untuk para penyandang disabilitas, itu memang salah satu tugas pokok utama kami,” kata Aditta.

Adapun untuk penyandang ODGJ, para TKSK juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan setelah memastikan mereka mendapatkan perawatan medis yang sudah tepat. Termasuk jika harus direhabilitasi, maka tugas TKSK adalah ikut serta mendampingi sampai selesai ODGJ masuk ke tempat rehabilitasi tersebut.

“Tidak selesai sampai di sana, kita terus berkomunikasi dengan pihak keluarga, memantau perkembangan sampai dengan ODGJ bisa kembali hidup bersosialiasi dengan masyarakat,” tutur Aditta.

whatsapp image 2020 12 25 at 20.29.08

Lalu, apa program khusus dari Banjarnegara dalam melakukan penanganan persoalan kesenjangan sosial di sana? Adiita mengatakan, program unggulan yang diprakrasasi oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono terkait dengan permasalahan sosial di wilayahnya adalah Darutat Sosial atau Program Sosial Tidak Direncanakan. Program itu, lanjut Aditta merupakan layanan di bidang kesehatan untuk mengatasi permasalah biaya kesehatan bagi warga yang tidak tercover oleh program lain dari pemerintah.

TKSK Banjarnegara, di tengah kegiatannya mengawal tupoksinya, mereka juga berupaya keras untuk bisa melakukan hal-hal lain untuk kepentingan Kabupaten Banjarnegara. Saat terjadi bencana tanah longsor beberapa waktu kemarin, misalnya, seluruh anggota TKSK juga turut serta ikut membantu memberikan bantuan bagi para korban dengan turun langsung ke lokasi bencana.

Kepala Bidang Daya Sos Dinsosppa Banjarnegaea, Yuliati Aks menyampaikan apresisasinya terhadap TKSK Banjarnegara atas kinerja yang selama ini dijalankan.

“Sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah, serta bidang yang menaungi TKSK maka kami berusaha keras untuk bisa membantu TKSK dalam memenuhi kebutuhannya dengan mengusulkan kepada pimpinan kami supaya tugas-tugas TKSK di lapangan berjalan lancar,” katanya.

“Sebagai garda paling depan tentunya sebagai tangan panjang dari insitusi sosial yang ada kecamatan serta membawahi di setiap desanya berkaitan dengan penyiapan data baik itu data penyandang masalah kesejahteraan sosial, data masyarakat miskin serta permasalahan sosial lainnya dimana peran TKSK sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Kabid Limjamsos Rahabsos Dinsosppa Kabupaten Banjarnegara, Dra Sri Winarni.

Apresiasi untuk TKSK juga disampaikan oleh Bupati Banjarnegara H Budhi Sarwono. “TKSK Jaya, TKSK Jaya. Saya Budhi Sarwono selaku Bupati Banjarnegara sinergi membangun negeri, terus bergerak hadirkan solusi. Baktimu adalah senyum bahagia masyarakat Banjarnegara. TKSK Banjarnegara teka, wong susah dadi bungah,” kata Bupati.

Tim Fokus Banyumas