Ada Bekas Kondom, Satpol Klaim Hutan Sepi

ada bekas kondom, satpol klaim hutan sepi

operasi di komplek andhang jaring 13 orang
Tim gabungan jaring PSk dan pasangan mesum

PURWOKERTO- Adanya puluhan bekas kondom di Hutan Kota Karanglewas langsung ditindaklanjuti Satpol PP Banyumas. Hanya saja, dari hasil pantauan yang dilakukan Satpol PP, tidak menemukan aktivitas mesum di tempat tersebut.
“Sudah dicek kemarin dan sepi. Nantinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk solusi terbaik di hutan kota, ” kata Kasmo, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP kabupaten Banyumas.

Di sisi lain, sedikitnya 20 personil dari Satpol PP Kabupaten Banyumas, Polres, dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) kabupaten Banyumas melakukan operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) di komplek Andhang Pangrenan, Senin (26/11). Sebanyak 13 orang terjaring dalam operasi tersebut. Tujuh merupakan pekerja seks komersial dan tiga pasangan kumpul kebo. Operasi pekat kemarin menjadi yang keempat kalinya sepanjang 2018.

“Pekat dilakukan disekitar komplek Andhang. Muka-muka baru mendominasi PSK yang terjaring operasi pekat tersebut, ” urainya.

Operasi dimulai pukul 19.00 hingga 24.00. Beberapa dari yang terjaring dikirim ke Solo untuk direhabilitasi dan sisanya diberikan pembinaan. “Tujuh dikirim ke Solo. Mereka akan diberikan pelatihan ketrampilan. Tiga pasangan kumpul kebo tidak ikut dikirimkan ke Solo,” tuturnya.

PSK yang terjaring mayoritas berasal dari luar Banyumas. Mereka dijaring saat sedang menunggu tamu. Untuk pasangam kumpul kebo diciduk di hotel yang berada di sekitar Andhang Pangrenan.

“Banyak dari luar Banyumas. Saat didata ada yanga dari Cilacap, Purbalingga, dan Wonosobo, ” ucap Kasmo. (aam/ttg)

Sumber:

Ada Bekas Kondom, Satpol Klaim Hutan Sepi

ada bekas kondom, satpol klaim hutan sepi

operasi di komplek andhang jaring 13 orang
Tim gabungan jaring PSk dan pasangan mesum

PURWOKERTO- Adanya puluhan bekas kondom di Hutan Kota Karanglewas langsung ditindaklanjuti Satpol PP Banyumas. Hanya saja, dari hasil pantauan yang dilakukan Satpol PP, tidak menemukan aktivitas mesum di tempat tersebut.
“Sudah dicek kemarin dan sepi. Nantinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk solusi terbaik di hutan kota, ” kata Kasmo, Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP kabupaten Banyumas.

Di sisi lain, sedikitnya 20 personil dari Satpol PP Kabupaten Banyumas, Polres, dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) kabupaten Banyumas melakukan operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) di komplek Andhang Pangrenan, Senin (26/11). Sebanyak 13 orang terjaring dalam operasi tersebut. Tujuh merupakan pekerja seks komersial dan tiga pasangan kumpul kebo. Operasi pekat kemarin menjadi yang keempat kalinya sepanjang 2018.

“Pekat dilakukan disekitar komplek Andhang. Muka-muka baru mendominasi PSK yang terjaring operasi pekat tersebut, ” urainya.

Operasi dimulai pukul 19.00 hingga 24.00. Beberapa dari yang terjaring dikirim ke Solo untuk direhabilitasi dan sisanya diberikan pembinaan. “Tujuh dikirim ke Solo. Mereka akan diberikan pelatihan ketrampilan. Tiga pasangan kumpul kebo tidak ikut dikirimkan ke Solo,” tuturnya.

PSK yang terjaring mayoritas berasal dari luar Banyumas. Mereka dijaring saat sedang menunggu tamu. Untuk pasangam kumpul kebo diciduk di hotel yang berada di sekitar Andhang Pangrenan.

“Banyak dari luar Banyumas. Saat didata ada yanga dari Cilacap, Purbalingga, dan Wonosobo, ” ucap Kasmo. (aam/ttg)

Sumber: