Adu Perspektif!:Tragedi Sambo Melampaui Kriminalitas, Kemana Politik Negara?

Jakarta

Perjalanan kasus Irjen Sambo di Duren Tiga akhirnya menemui titik terang. Tersangka dan motif pembunuhan Brigadir J mulai terungkap setelah banyak mata dan mulut yang menyorot kejanggalan kasus itu.

Awal mula kasus bergulir, Ketua Kompolnas Mahfud MD menyebut DPR berdiam diri tanpa ikut menyoroti kasus pembunuhan di Duren Tiga itu. Meski perkembangan kasus ini memanas, yang disertai terbukanya fakta-fakta baru, DPR belum menunjukkan pergerakan apa pun.

“Sesudah (kasus) ini memanas dan menuju ke sini, kok nggak ada suara dari sini (DPR). Mana nih DPR, ini kok diam, biar ikut bersama saya mendorong mengungkap kasus ini. Karena hukum itu kan produk politik, nggak bisa hukum jalan sendiri, tanpa ada suasana politik yang mendorong suara masyarakat. Pro justitia-nya itu kita dorong,” kata Mahfud dalam rapat bersama Komisi III, Senin (22/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Senin (22/8), diskusi panas soal perseteruan di Duren Tiga pun naik ke gedung Nusantara III, Senayan. Mahfud, yang hadir sebagai Ketua Kompolnas, diberi banyak pertanyaan oleh anggota legislatif di komisi III. Arteria Dahlan, yang juga ada dalam ruangan itu, pun berkesempatan menepis kritik pedas Mahfud soal sikap DPR belakangan ini.

“Kami tidak bungkam. Kami juga bekerja, bekerjanya kami itu dalam diam. Tiga hari setelah pengumuman itu, pimpinan Komisi III Bambang Pacul sudah langsung bersuara bahwa kasus ini ada kejanggalan. Jadi kami tidak diam,” ujar anggota Fraksi PDIP tersebut.

Reformasi di tubuh Polri menggema dalam rapat dengar pendapat di DPR. Lalu bagaimana fungsi legislatif dalam mengawasi lembaga dan kementerian di negeri ini? Apa saja faktor yang mempengaruhi sikap DPR soal kasus ini? Malam ini Adu Perspektif kolaborasi detikcom bersama Total Politik mengangkat topik ‘Tragedi Sambo Melampaui Kriminalitas. Ke Mana Politik Negara?’.

Menghadirkan Ahmad Sahroni (Wakil Ketum Komisi III Fraksi NasDem), Panda Nababan (politikus PDI Perjuangan), dan Usman Hamid (Direktur Amnesty International Indonesia). Saksikan secara langsung melalui kanal serta YouTube detikcom, Rabu, 24 Agustus 2022 pukul 20.00 WIB.

(ed/ids)