Aduan 2 Partai Diterima Bawaslu, KPU Akan Dalami Substansi Laporan

Jakarta

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima dua laporan parpol yang melaporkan KPU karena tidak lolos pendaftaran sebagai peserta Pemilu 2024. Nantinya, dua laporan parpol akan ditindaklanjuti dalam sidang pemeriksaan.

Dalam sidang awal, turut hadir Ketua KPU RI Hasyim Asyari sebagai terlapor. Usai sidang, dia mengaku akan memeriksa terlebih dahulu substansi laporan dua partai tersebut.

“KPU kan memeriksa dulu ya substansi yang dilaporkan ke substansi laporan yang disampaikan kepada Bawaslu. Nah setelah kita pelajari juga ada forum persidangannya, nanti akan kita jawab pada forum. Tapi kita belum tahu, nanti kalau tahu kita jawab dalam persidangannya,” ucap Hasyim Asyari saat ditemui usai sidang, Kamis (25/8/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Respons KPU Dilaporkan 4 Partai ke Bawaslu

Hasyim juga memberi respons terkait laporan 4 partai terhadap KPU ke Bawaslu. Hasyim Asyari menyebut siapapun yang merasa keberatan dengan keputusan KPU berhak melaporkan ke Bawaslu.

“Kalau ada para pihak yang melapor kepada Bawaslu dan kemudian dilakukan pemeriksaan KPU sebagai pihak terlapor dan wajib hadir, wajib mengikuti proses-proses atau mekanisme yang ada di bawaslu tersebut,” ujar Hasyim.

Kemudian, Hasyim mengatakan partai-partai yang mengajukan pelanggaran administrasi ini dikarenakan berkasnya dinyatakan tidak lengkap oleh KPU. Hingga akhirnya mereka mengajukan keberatan ke Bawaslu.

“Kalau ada partai yang dinyatakan oleh KPU tidak lengkap dokumen persyaratannya dan mengadu ke Bawaslu, itu malah membuat yakin dan membuat pengakuan bahwa dirinya memang enggak lengkap, kalau dia lengkap kan nggak mungkin ke Bawaslu,” ucap Hasyim.

“Kalau yang datang ke Bawaslu laporkan hanya partai yang enggak lengkap sesungguhnya dia datang ke sini sudah mengatakan bahwa, ‘kami enggak lengkap maka kami lapor ke sini’,” sambungnya.

Menurut Hasyim, jika seperti itu secara logika hukum acara pengakuan tersebut bisa dijadikan alat bukti yang sempurna.

“Dengan begitu cukuplah diputuskan bahwa ya memang enggak layak lagi tahapan berikutnya karena udah ngaku kalau enggak lengkap. Padahal sudah bisa mendaftarkan dokumennya harus lengkap,” kata Hasyim.

“Tapi kan ini mereka tidak lengkap karena dalam upaya melengkapi ini merasa ada dugaan pelanggaran dari KPU, nah KPU sendiri sudah menerima uraian peristiwa belum? Belum, kami kan belum tahu apa yang dianggap KPU itu melanggar administrasi bagian mananya, tapi kan belum tahu, yang sudah tahu kan bahwa seluruh anak yang memeriksa bagian awal ya atau pendahuluan untuk menyatakan bahwa dokumennya itu memenuhi syarat dalam persidangan dilanjutkan bahwa substansi atau pokok perkaliannya KPU belum tahu,” tutupnya.

Diketahui, dua partai tersebut adalah Partai Pelita dan Partai IBU (Indonesia Bangkit Bersatu). Partai tersebut akan melakukan sidang lanjutan pada Senin (29/8) mendatang.

“Menetapkan, menyatakan laporan memenuhi syarat formil dan materiil, menyatakan laporan dilanjutkan dengan sidang pemeriksaan,” ujar Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam sidang pendahuluan di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (25/8).

Kedua parpol yang pemeriksaan laporannya dilanjutkan adalah Partai Pelita dan Partai IBU (Indonesia Bangkit Bersatu).

(ain/maa)