Alokasi Penanganan Sungai Rp 2,3 M

alokasi penanganan sungai rp 2,3 m

PURWOKERTO – Tahun 2016, Pemkab Banyumas mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk penguatan tebing. Khususnya di beberapa sungai baik di wilayah perkotaan Purwokerto maupun Banyumas. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko longsor yang disebabkan rapuhnya tebing akibat aliran sungai.

Kabid Sungai dan Air Baku Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas Ahmad Setiawan mengatakan, penguatan tebing sungai akan dilakukan di beberapa titik. Rencananya akan ada 14 paket pekerjaan penguatan tebing yang akan dilakukan tahun ini.

“Kita sudah alokasikan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar untuk penguatan tebing. Dananya dari APBD murni 2016,” katanya.

Seperti diketahui, selain bangunan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS), beberapa kejadian longsor yang berada di daerah aliran sungai juga disebabkan oleh rapuhnya tebing sungai yang ada. Sehingga air sungai mampu masuk ke rongga tanah yang ada di bagian bawah bangunan, dan akhirnya menyebabkan longsor.

Ahmad menyebutkan, ada beberapa tebing sungai yang ada di wilayah perkotaan Purwokerto akan diperkuat tahun ini. Seperti Sungai Biru, Sungai Jurig, Sungai Bener, Sungai Caban, Sungai Raden, Sungai Bakal, hingga Sungai Bodas.

“Tidak hanya di dalam kota saja, untuk beberapa wilayah lain seperti Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak juga akan diperkuat,” jelasnya.

Selain itu, Dinas SDABM juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk OP sungai, termasuk untuk normalisasi. Jika ditotal, anggaran penanganan sungai Kabupaten Banyumas mencapai Rp 2,3 miliar.

Jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, anggaran penanganan sungai tahun ini terbilang menurun. Pasalnya, tahun lalu Dinas SDABM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 3,9 miliar. “Itu total anggaran, termasuk tambahan anggaran di perubahan APBD. Saat ini kita fokuskan dengan anggaran yang ada terlebih dahulu, khususnya untuk penanganan daerah-daerah rawan,” tegasnya. (bay/sus)

Sumber: