Anggaran Fogging Dipangkas

anggaran fogging dipangkas

Tahun Ini Hanya Rp 150 Juta

PURWOKERTO – Anggaran fogging tahun ini terancam tidak mencukupi. Pasalnya, frekuensi fogging diperbanyak dengan meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal 2016.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banyumas Sadiyanto SKM MKes melalui Staf Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang, Selamat Riyadi SSiT mengatakan, tahun 2016 anggaran khusus fogging hanya Rp 150 juta.

“Jumlah ini lebih kecil dibandingkan tahun 2015 lalu yang mencapai Rp 230 juta. Hal ini karena terjadi karena penyerapan anggaran tahun lalu hanya 70 persen. Bukan karena apa-apa, karena memang tahun 2015 kasus DBD relatif sedikit,” katanya.

Dituturkan, dengan turunnya anggaran dan terus meningkatnya jumlah kasus DBD, kemungkinan anggaran fogging tidak akan cukup hingga akhir tahun. “Saat ini kita melakukan fogging dari Senin hingga Sabtu. Kalau anggarannya kurang yang bisa kita lakukan hanyalah mengajukan tambahan di anggaran perubahan. Yang perlu dipahami masyarakat, fogging dilakukan berdasarkan indikasi bukan permintaan,” terangnya.

Menurut Selamat, dalam satu bulan biasanya melakuakan fogging di lima fokus. Tetapi karena terjadi peningkatan kasus, fokusnya bertambah. “Di satu fokus dengan radius kurang lebih 200 meter, kita bisa fogging sekitar 300 rumah. Sekali fogging kita menghabiskan 150 liter solar dan 6 liter insektisida. Kita sudah berkonsultasi untuk fogging diperbolehkan menggunakan solar bersubsidi, karena fogging untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Kendala yang masih sering dihadapi petugas di lapangan, yakni sebagian warga tidak menginginkan fogging dilakukan didalam rumah dan hanya mengizinkan dilakukan di luar rumah. Padahal menurutnya di pagi hari nyamuk aedes aegypti cenderung bersarang di dalam rumah.

“Fogging menjadi kurang efektif. Apalagi kalau masyarakat hanya mengandalkan fogging tanpa dilanjutkan dengan kegiatan PSN,” ujarnya.

Selama Januari, terjadi 34 kasus DBD dengan dua penderita meninggal dunia. “Untuk Februari datanya masih terus kita rekap. (yda/sus)

Sumber: