Anggaran Sepeda Listrik Rp 38 M, Akademisi Pandeglang Nilai Tak Urgen

Pandeglang

Pemkab Pandeglang menganggarkan Rp 38 miliar untuk sepeda listrik bagi RT dan RW. Akademisi Pandeglang mengkritik keras.

“Rp 38 miliar nggak kecil-lah, uang besar itu. Saya kira bagi siapa pun itu tidak dianggap uang kecil, itu uang besar,” ujar akademisi dari Fakultas Hukum dan Sosial di Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA), Pandeglang, Holil kepada detikcom, Jumat (12/8).

Holil mengatakan seharusnya Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengedepankan kebutuhan yang urgen. Menurutnya, kebutuhan RT dan RW bukan sepeda listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cuma pertanyaan saya, sepeda listrik untuk apa? Tidak urgen. Harusnya pilih yang lebih urgen dulu,” katanya.

Ia menyarankan uang negara yang besar tersebut lebih baik dialokasikan pada sarana infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan penambahan modal untuk UMKM.

“Lebih baik uang itu pakai kebutuhan lain yang lebih urgen, untuk penambahan modal (UMKM), untuk infrastruktur, kesehatan, daripada untuk pengadaan sepeda listrik,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Pemkab Pandeglang menganggarkan Rp 38 miliar untuk sepeda listrik bagi RT dan RW se-Kabupaten Pandeglang. Bupati Pandeglang Irna Narulita menilai nominal yang dianggarkan kecil baginya.

“Rp 38 miliar kecil bagi saya. Kalau bisa, Rp 100 miliar, kasih dong simpul-simpul kami, belum Linmas. Mana Linmas, nggak diperhatikan. Seragam saja kami nggak dikasih sampai lecek begini. Bingung amat Rp 38 miliar,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita kepada wartawan setelah menghadiri rapat paripurna tentang penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS tahun anggaran 2023 di sekretariat DPRD Pandeglang, Rabu (10/8/2022).

(isa/isa)