Anggaran Tak Jelas, Trotoar Makin Rusak

anggaran tak jelas, trotoar makin rusak

PURWOKERTO – Sejumlah trotoar di beberapa ruas jalan semakin rusak. Sampai saat ini belum ada penanganan. Selain usia trotoar yang sudah lama, faktor cuaca juga memperparah kerusakan trotoar. Apalagi anggaran untuk pembangunan trotoar di tahun 2016 juga belum jelas, karena tahun 2015 lalu anggaran tersebut tidak masuk dalam APBD.

Dari pantauan Radarmas, trotoar di beberapa ruas jalan seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Jenderal Soedriman Timur, hingga beberapa ruas jalan lainnya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa paving blok trotoar sudah terlepas bahkan hancur. Sehingga fungsi trotoar yang seharusnya diperuntukkan pejalan kaki, tidak berfungsi dengan baik.

Kasi Perencanaan Tata Ruang DCKKTR Banyumas Sudarsono mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran pembangunan trotoar sebesar Rp 2 miliar. Namun saat ini realisasinya masih belum diketahui, terutama untuk peruntukannya. Pasalnya, pembangunan trotoar nantinya dilakukan berdasarkan prioritas.

“Anggaran yang ada sangat terbatas, sehingga perlu adanya skala prioritas terhadap trotoar yang rusak,” katanya.

Dia mengakui kondisi trotoar di beberapa ruas jalan memang sudah cukup rusak. Untuk trotoar di Jalan Yos Sudarso, sebenarnya sudah melakukan perencanaan pada tahun 2014 lalu. Namun tahun 2015, tidak ada anggaran untuk pembangunan trotoar.

Dikatakan, untuk pemeliharaan trotoar, tahun lalu pihaknya sudah melakukan pemeliharaan dengan alokasi anggaran mencapai Rp 200 juta untuk pemeliharaan trotoar di kawasan Perkotaan Purwokerto, serta Rp 178 juta untuk pemeliharaan trotoar di luar wilayah Perkotaan Purwokerto, atau di kota-kota kecamatan.

“Penanganan di dalam kota, kita fokuskan pada titik-titik yang rusak saja. Saat ini pemeliharaan sudah dilakukan seperti trotoar di Jalan Ovis dan Jalan RA Wiriatmaja,” katanya.

Untuk penanganan trotoara, saat ini baru ada satu ruas trotoar yang sudah fix akan dilakukan pembangunan, yaitu trotoar di wilayah Perkotaan Cilongok. “Itu sudah kita alokasikan sekitar Rp 800 juta. Sedangkan yang lainnya menyusul,” katanya. (bay/sus)

Sumber: