Anies Kenang Pesan Kakeknya Kala Hadiri Acara Peluncuran Buku di Jakpus

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara peluncuran buku ‘Jangan Remehkan Kata-kata’ karya Muhammad Husnil dan Muhammad Chozin. Buku tersebut merupakan buku yang berisi kutipan kata-kata Anies dari ratusan menit rekaman wawancara.

“Kami lantas memilahnya dari ratusan jam wawancara beliau, baik audio, visual, maupun teks,” ujar Husnil di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2022).

Husnil menyebut pihaknya merangkum sejumlah kata yang pernah diucapkan Anies dari rentang 2016 hingga 2017. Dirinya sengaja mengutip kata-kata Anies untuk dijadikan sebuah buku karena dirasa bisa menggerakkan banyak orang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami pilah satu-satu dan kami temakan dengan yang benar-benar menggerakkan,” kata Husnil.

Dalam kesempatan yang sama, Anies mengaku beberapa ungkapannya yang dimuat dalam buku tersebut merupakan hal yang bersifat spontan. Dirinya pun lalu terkenang pesan kakeknya, Abdurrahman Wahid.

“Ungkapan spontanitas yang muncul dari percakapan. Itu nggak muncul dalam renungan. Apa yang terungkap bukanlah sesuatu yang dirancang untuk menjadi sebuah pesan,” jelas Anies.

“Kakek saya pernah memberikan nasihat. Saya sedang duduk di teras depan rumah, lalu beliau memberikan pesan ‘jangan duduk diam, kalau duduk harus baca’,” sambungnya.

Anies menyebut kakeknya adalah seorang pembaca dan penulis. Dia berpesan kebiasaan membaca harus semakin digencarkan di tengah derasnya arus informasi.

“Beliau adalah pembaca dan penulis. Dengan adanya informasi yang membeludak. Kita cenderung untuk membaca cepat, membaca ringkas. Itu tidak masalah sebenarnya, membaca cepat, membaca ringkas, tapi reflektifnya, imajinatifnya jangan hilang,” paparnya.

(rak/rak)