Apa Kepanjangan dari Pramuka? Ini Sejarah dan Serba-serbinya

Jakarta

Apa kepanjangan dari Pramuka? Kepanjangan Pramuka adalah Praja Muda Karana.

Dikutip dari laman resmi Kwartir Nasional Pramuka Indonesia, “Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia.

Untuk lebih mengetahui lebih dalam tentang Pramuka, simak sejarah dan serba-serbi Pramuka berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan Pramuka lahir dari adanya Kepanduan Nasional. Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.

Melansir dari laman resmi Pramuka Kwatir Nasional, sejarah Pandu Rakyat Indonesia yang dibuat oleh rakyat Indonesia sendiri terjadi pada tanggal 27-29 Desember 1945. Melalui momen Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta, Pandu Rakyat indonesia dihasilkan sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia.

Namun, ketika Belanda kembali mengadakan agresi militernya pada 1948, gerakan Pandu Rakyat dilarang berdiri di daerah-daerah yang telah Belanda kuasai. Hal tersebut memicu munculnya organisasi lain seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Pekembangan Kepanduan Indonesia kemudian terpecah menjadi 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo). Dalam organisasi tersebut, ada jumlah perkumpulan kepramukaan yang tidak sebanding dengan jumlah anggota perkumpulan. Selain itu, dalam badan organisasi Perkindo, masih ada rasa golongan yang tinggi, sehingga membuat organisasi itu menjadi lemah.

apa kepanjangan dari pramuka? kata pramuka adalah singkatan dari praja muda karana.Apa kepanjangan dari Pramuka? Kata Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)

Untuk mencegah hal tersebut, Presiden Soekarno bersama dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang merupakan Pandu Agung di Perkindo menggagas peleburan berbagai organisasi kepanduan dalam satu wadah. Peleburan dalam satu wadah tersebut dinamakan Pramuka.

Hal tersebut disampaikan pertama kali oleh Soekarno ketika mengunjungi Perkemahan Besar Persatuan Kepanduan Putri Indonesia di Desa Semanggi, Ciputat, Tangerang pada awal Oktober 1959. Gerakan pramuka diawali dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan, di antaranya:

  • 9 Maret 1961
    Diresmikan nama Pramuka dan menjadi Hari Tunas Gerakan Pramuka.
  • 20 Mei 1961
    Diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka dan momen tersebut dikenal sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja.
  • 20 Juli 1961
    Momen para wakil organisasi kepanduan Indonesia mengeluarkan pernyataan di Istana Olahraga Senayan, untuk meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Sehingga, disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
  • 14 Agustus 1961
    Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat luas dalam suatu upacara di halaman Istana Negara. Ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Panji itu lalu diteruskan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada suatu barisan defile yang terdiri dari para Pramuka di Jakarta, dan dibawa berkeliling kota. Peristiwa ini menandai adanya penetapan tanggal 14 Agustus sebagai Hari Pramuka dari dirayakan seluruh anggota Pramuka setiap tahunnya.

Serba-serbi Pramuka

Pramuka adalah singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Dilansir dari laman resmi Kwartir Nasional Pramuka Indonesia, dalam Gerakan Pramuka mempunyai tiga tingkatan antara lain:

  • Pramuka Siaga (7-10 tahun)
  • Pramuka Penggalang (11-15 tahun)
  • Pramuka Penegak (16-20 tahun)
  • Pramuka Pandega (21-25 tahun)
  • Kelompok Anggota (Anggota Dewasa)

Perbedaan Pramuka dengan Kepramukaan

Dilansir situs Kwartir Nasional Pramuka, “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis. Kegiatannya dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Kepramukaan Indonesia mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai berikut:

  • Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya
  • Peduli terhadap dirinya pribadi
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Demikian informasi apa kepanjangan dari Pramuka, lengkap dengan sejarah dan serba-serbi Pramuka di Indonesia. Semoga bermanfaat!

(kny/imk)