Arteria Kritik Tersangka Kejagung Banyak Pensiunan: Rezim Sekarang Dong!

Jakarta

Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengkritik penanganan kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dianggap banyak menjerat pensiunan. Arteria mendorong Kejagung dapat mengejar tokoh atau pejabat saat ini yang terduga terlibat dalam kasus korupsi.

“Kalau tadi saya puja-puji kejaksaan, Pak. Bapak sebagai pucuk pimpinan tertinggi sudah berhasil. Tapi saya ingin lebih detail, lebih terukur. Apakah ada cerita di balik cerita, artinya apakah ada cerita penegakan hukum di balik, mungkin saja, deal-deal yang tidak pas. Kesepakatan yang tidak sepakat atau mungkin pesanan. Ini yang perlu juga kita cermati Pak,” kata Arteria dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Arteria menyoroti 4 kasus korupsi yang sebelumnya dipaparkan Burhanuddin di rapat. Keempat korupsi yang ditangani Kejagung itu, menurut Arteria, bombastis tetapi biasa. Sebab, pelaku yang terseret di kasus-kasus itu kebanyakan pensiunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sepintas lalu 4 yang tadi dibicarakan bombastis, Pak. Tapi saya akan menjadikan Kejaksaan itu menjadi luar biasa, tidak biasa. Sekarang ini ceritanya bombastis tapi biasa, kenapa? Barang-barang 4 perkara ini, orang-orangnya pensiunan semua, Pak. Orang mati semua. Nggak ada tokoh-tokoh, pejabat-pejabat yang disikat. Nggak ada, Pak,” kata dia.

Arteria menyinggung kasus korupsi di PT Waskita Beton Precast. Arteria menyebut para tersangka di kasus itu merupakan pensiunan.

“Saya kasih contoh nanti satu per satu, Pak. Saya mulai dari Waskita Beton dulu Pak. WBP ini bagian dari 5 proyek. Bapak mengatakan TSK-nya ada 5, JS Dirut WBP, tahun kapan? AW Dir Produksi, pensiunan itu, tahun kapan? Semuanya pensiunan,” katanya.

“Jangan sampai jargon ini kan Pak Erick Thohir sapu bersih. Apa yang mau disapu, orang-orangnya sudah tidak ada. Kecuali sapu bersih perbaikan BUMN orang-orangnya lagi ada di sini semua Pak. Ini kita menyapu bersih sejarah. Nama-nama itu sudah tidak ada lagi menjadi direksi direktur, manajer di sana,” imbuh dia.

Arteria lalu mengingatkan Kejagung agar tak hanya ‘bermain di permukaan’ dalam menangani kasus korupsi. Dia mewanti-wanti penanganan kasus korupsi yang melibatkan pensiunan itu dikorbankan untuk mencuci perilaku-perilaku koruptif yang ada di BUMN.

“Ini saya juga ingin jangan sampai kita bermain di pencitraan dan di permukaan. Substantif. Yang betul-betul dikerjakan terkait dengan direksi komisaris dan orang yang ada di BUMN itu perkara mana, ini orang udah nggak ada semua. Jangan sampai mereka ini dikorbankan untuk mencuci perilaku-perilaku koruptif yang ada di BUMN. Kami mohon ini juga dicermati,” kata dia.

Simak juga ‘Kejagung Sita 32 Aset Tersangka Korupsi Surya Darmadi’:

[Gambas:Video 20detik]

(fca/rfs)