Asa Roy Suryo di Kasus Meme Stupa dengan Minta Perlindungan LPSK

Jakarta

Roy Suryo meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Roy Suryo meminta perlindungan kepada LPSK karena menerima banyak teror terhadap dirinya pribadi maupun keluarga.

Mantan Menpora ini mengaku menerima teror setelah melaporkan akun yang menyebarkan pertama kali meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Joko Widodo. Roy Suryo juga dilaporkan terkait postingan meme stupa tersebut, tetapi ia menepis pengaduannya ke LPSK karena khawatir akan proses hukum yang tengah ia jalani.

“Sama sekali enggak,” ujar Roy Suryo di Kantor LPSK, Jakarta Timur, Kamis (21/7/2022). Roy Suryo menjawab pertanyaan apakah permintaan perlindungan itu karena khawatir dirinya dijadikan tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Roy Suryo bersyukur atas rekomendasi yang diberikan LPSK kepada pihak kepolisian. Rekomendasi itu menyatakan Roy Suryo tidak dapat dapat dituntut pidana selama kasus yang ia laporkan belum dinyatakan inkrah.

“Kami surprise, kami sangat berterima kasih, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, suratnya sudah diterima dan ia suratnya begini,” ujar Roy Suryo sambil menunjukkan surat rekomendasi dari LPSK.

Dengan adanya rekomendasi dari LPSK itu, Roy Suryo berharap permasalahannya menjadi jelas. Bahwa menurutnya, dirinya bukanlah penyebar meme stupa Candi Borobudur yang pertama kali.

Roy Suryo Ngaku Diteror usai Polisikan 3 Akun

Roy Suryo mengaku meminta perlindungan kepada LPSK tak lama setelah dirinya melaporkan tiga akun yang disebutnya menyebarkan pertama kali meme stupa Borobudur. Sebab pascamelapor polisi, Roy Suryo mengaku mendapat serangkaian teror.

“Karena justru kami itu LPSK sebelum dilaporkan saya sudah ajuin ke LPSK. Dan kenapa? Karena kami itu menunjuk akun, akun kan ada orang ya. Meskipun akun itu ibaratnya bukan akun riil istilahnya anonim, tapi kan tetap ada orang di baliknya,” kata Roy Sruyo.

Roy Suryo mengaku menerima banyak sekali ancaman dan teror. Bahkan Roy Suryo menyebut dirinya difitnah secara sadis oleh si peneror tersebut.

“Saya banyak sekali mengalami teror. Bukan hanya teror secara media sosial, ada beberapa media abal-abal, saya sebut begitu ya, yang dengan sangat sadis itu sudah memfitnah, bahkan menyatakan saya dipecat dari keluarga Keraton di Jakarta dibikin arak-arakan dan lain-lain, itu fitnah,” ujar Roy Suryo.

Roy Suryo juga mengklaim menerima teror secara ‘nonteknis’. Ancaman juga datang kepada keluarganya.

“Jadi bukti-buktinya ada semua, yaitu teror kepada saya, bahkan teror yang sifatnya nonteknis. Saya tidak bisa menceritakan apa itu teror nonteknis, ya itu saya alami, keluarga saya juga mengalami hal semacam itu,” ungkapnya.

Baca di halaman selnjutnya: rekomendasi LPSK kepada polisi.