Awal Februari, RPH Mersi Dipindah

awal februari, rph mersi dipindah

PURWOKERTO – Operasional rumah potong hewan (RPH) Tambaksari Kecamatan Kembaran ditargetkan awal Februari mendatang. Menyusul selesainya pembangunan tahap kedua pada akhir tahun 2015 lalu.

“Kita targetkan Februari sudah bisa operasional. Meskipun bangunan RPH Tambaksari sendiri belum sempurna, namun untuk operasional pemotongan hewan sudah bisa dilakukan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkan) Kabupaten Banyumas, Sugiyatno.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi di tingkat internal, sebelum nantinya dikoordinasikan dan disosialisasikan kepada para jagal yang biasa beroperasi di RPH Mersi.

“Nanti akan segera kita sosialisasikan. Sementara baru RPH Mersi dulu yang dipindah operasionalnya. Jika sudah terbiasa, ke depan beberapa RPH yang ada di wilayah kota nantinya juga akan diupayakan pemindahan operasionalnya,” ujarnya.

Sugiyatno mengatakan, untuk alat pemotong hewan sudah bisa dioperasikan, khususnya untuk pemotongan sapi. Sedangkan untuk pemotongan kambing, saat ini masih dilakukan secara manual.

Dikatakan, operasional RPH Tambaksarikemungkinan bisa melakukan pemotongan hewan dengan jumlah yang lebih besar dibandingkan RPH Mersi. Sehingga nantinya dapat memenuhi stok daging yang ada di pasaran.

“RPH Tambaksari bisa memotong sekitar 100 ekor sapi per harinya. Sedangkan saat ini RPH Mersi baru bisa memotong sekitar 25-30 ekor,” katanya.

Rencananya, tahun ini juga akan dilakukan pembangunan tahap III, khususnya untuk melengkapi bangunan-bangunan yang ada seperti tembok keliling di bagian belakang RPH, rumah kompos untuk limbah padat, serta pavingisasi untuk akses keluar masuk kendaraan pengangkut hewan ternak.

Dikatakan, masih ada dua tahap lagi untuk menyempurnakan bangunan RPH Tambaksari. Untuk alokasi anggaran untuk pembangunan RPH tahap III, mencapai Rp 1,5 miliar yang berasal dari DAK luncuran tahun 2015, serta DAK tahun 2016.

“Tahun ini kita fokus fisik dulu. Tahap selanjutnya baru akan dikembangkan seperti taman, serta pembuatan kolam yang difungsikan untuk pendeteksi tingkat pencemaran limbah yang dihasilkan,” ujar Sugiyatno. (bay/sus)

Sumber: