Bamsoet Harap Dubes RI untuk AS Tarik Banyak Investor ke Indonesia

Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berharap di bawah kepemimpinan Duta Besar Rosan Roeslani, KBRI di Amerika Serikat bisa meningkatkan hubungan diplomatik. Ditambah latar belakang Rosan Roeslani sebagai pengusaha disebut Bamsoet memberikan nilai lebih agar bisa menarik sebanyak mungkin investor dari Amerika Serikat.

Bamsoet menuturkan peluang investasi di Indonesia antara lain pada industri kesehatan, teknologi finansial, dan teknologi ramah lingkungan, serta pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya pembangkit listrik yang bersumber dari panas bumi dan angin.

“Dalam mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi bagi Amerika Serikat, Duta Besar Rosan Roeslani bisa memanfaatkan forum US Chamber of Commerce dan US-ASEAN Business Council yang di dalamnya berisi ratusan pengusaha Amerika Serikat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai menerima Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan selain datangkan investasi, KBRI di Amerika Serikat juga harus bisa menciptakan diferensiasi pasar bagi berbagai produk Indonesia agar bisa masuk ke Amerika.

Salah satu peluang yang bisa ditingkatkan yakni pada sektor gastro diplomasi kuliner, berupa produk rempah-rempah Indonesia.

“Nilai ekspor rempah-rempah Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2020 mencapai US$ 175 juta. Pada periode Januari-Juni 2021, meningkat 1,22 persen menjadi US$ 83,25 juta. Menunjukan bahwa peluang pasar Amerika Serikat untuk produk rempah-rempah Indonesia masih sangat tinggi,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, pada November 2020 lalu, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai US$ 750 juta.

Kedua negara juga melakukan penandatanganan Letter of Interest (LoI) dari United States International Development Finance Corporation (DFC) yang akan menginvestasikan US$ 2 miliar (setara Rp 28,3 triliun) untuk Sovereign Wealth Fund/SWF (Lembaga Pengelola Investasi di Indonesia).

“Kedua perjanjian tersebut ditandatangani di akhir periode pemerintahan Presiden Trump. KBRI Washington perlu mengawal agar di masa pemerintahan Presiden Joe Biden, kedua kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut bisa tetap bisa terealisasi,” kata Bamsoet.

(ega/ega)