Banyumas Darurat DBD

banyumas darurat dbd

Pengobatan Pasien DBD Gratis

PURWOKERTO – Korban Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas terus bertambah. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 60 orang sudah terjangkit, bahkan tujuh orang meninggal dunia. Untuk mengantisipasi korban tidak bertambah banyak, Pemkab Banyumas bakal melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) masal.

Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein mengatakan, PSN melibatkan semua unsur pemerintah dan lapisan masyarakat, mulai dari camat, lurah serta kades.

“Hari ini (kemarin, red) saya kumpulkan semuanya. Mulai Rabu-Kamis (17/2-18/2), kami akan lakukan PSM masal secara serentak. Kemudian dilanjutkan setiap hari Jumat, hingga bulan Juni diadakan PSN secara rutin,” kata Husein kepada wartawan di ruang bupati, Minggu (14/2) sore.

Husein menuturkan, dalam dua hari terakhir ada tiga korban yang meninggal dunia. Bahkan kejadian tahun ini meningkat drastis dari tahun sebelumnya. Husein bahkan sempat menyebutkan bahwa ada Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Lebih lanjut Husein mengatakan, pemerintah berjanji akan menanggung seluruh biaya pengobatan pasien DBD. Seluruh pasien DBD akan mendapatkan pengobatan gratis baik bagi pemilik kartu kesehatan maupun tidak. Selain itu, Husein juga bersedia menerima aduan masyarakat.

“Mulai hari ini (kemarin, red), semua kalau kena DBD gratis biayanya. Saya sudah instruksikan. Hotline langsung ke saya melalui SMS 08122993355,” tandasnya.

Sementara Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan mengatakan, kewaspadaan terhadap penyakit DBD harus ditingkatkan. Sebab sejak Januari lalu, warga yang terkena DBD terus bertambah bahkan ada yang meninggal dunia.

Menurutnya, Senin (15/2) akan dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral dan melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat. Rakor untuk membahas teknis pelaksanaan gerakan PSN yang lebih masif, untuk menekan angka korban.

“Daripada kegiatan fogging, lebih efektif membunuh jentik-jentik nyamuknya. Karena itu perlu ada kesadaran dari kita semua untuk menjaga lingkungan bebas dari jentik nyamuk,” kata Budhi. (why/sus)

Sumber: