Banyumas Kekurangan Belasan Ribu Guru

banyumas kekurangan belasan ribu guru

grafis guru2
GRAFIS

PURWOKERTO-Dibalik permasalahan guru honorer yang belum menemukan solusi, ternyata Banyumas membutuhkan 12 ribu guru lagi. Jumlah guru tersebut, untuk membuat proses belajar mengajar ideal. Hal tersebut diperparah lantaran banyak guru yang akan masuk masa pensiun.

Kasi SMA Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Yuniarso K Adi mengatakan, berdasarkan perhitungan dengan membandingkan jumlah guru dan siswa, Banyumas masih membutuhkan tambahan guru 14.221 orang.

Dia merinci, untuk jenjang SMA, saat ini jumlah peserta didiknya mencapai 18.082 siswa. Jika dikelompokkan dalam rombel, dimana setiap rombel terdiri dari 36 siswa, maka terdapat 502 rombel. Untuk satu rombel, membutuhkan 10 orang guru.

“Jika dikalkulkasikan, untuk tingkat SMA saja membutuhkan 5.020 guru,” jelasnya.

Sementara, saat ini jumlah guru SMA hanya 1.068 orang. Sehingga masih terdapat kekurangan guru sebanyak 3.952 guru. Begitu juga untuk jenjang SMK. Bahkan, untuk jenjang SMK dinilai kekurangan guru lebih parah.

Tercatat jumlah siswa SMK sebanyak 45.295 siswa. Jika dikelompokkan dalam sebuah rombel, maka didapatkan 1.258 rombel. Dengan perhitungan yang sama, dimana satu rombel idealnya diampu oleh 10 orang guru maka dibutuhkan 12.580 guru.

Pegiat Forum Interaksi Guru Banyumas (Figurmas), FA Agus Wahyudi mengatakan, untuk menutup kekurangan tersebut Banyumas melakukan penerimaan Guru Tidak Tetap (GTT) secara mandiri. Guru tidak tetap yang direkrut tersebut statusnya sebagai guru tidak tetap sekolah. Namun bila nanti sudah memenuhi persyaratan, bisa diusulkan ke pemerintah provinsi.

Menurut dia, persoalan kekurangan guru sebaiknya segera dicarikan jalan keluar. Karena memang sudah bisa dikatakan daturat guru. Sehingga harus ada langkah cepat. Untuk pengangkatan GTT tersebut, dinilainya tidak sulit.

“Contohnya beberapa waktu lalu di SMA 2 melakukan recruitmen. Dibutuhkan lima namun yang mendaftar sampai 100 orang. Sehingga dilakukan seleksi,” tutupnya. (ida)

Sumber: