Bareskrim Tangkap 1 Tersangka Kasus Migor Curah Dibungkus Kemasan Premium

Jakarta

Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap satu orang tersangka inisial LSP terkait kasus minyak goreng curah yang dikemas ulang dengan kemasan premium. LSP merupakan Direktur Utama (Dirut) PT Djayatama Semesta Perkasa.

“Pada tanggal 1 Juli 2022, Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama LSP selaku Direktur Utama PT Djayatama Semesta Perkasa, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, terkait dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dan/atau pangan dan atau perindustrian,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Ramadhan mengatakan minyak goreng curah itu dikemas ulang dengan kemasan premium dengan merek D'Vina. Minyak goreng curah tersebut telah melalui proses penyaringan, dan mengandung nilai gizi yang tidak sesuai dengan undang-undang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adapun modus yang dilakukan oleh tersangka adalah melakukan pengemasan minyak goreng curah seolah-olah menjadi minyak goreng kemasan premium dengan merek D'Vina yang mencantumkan/melekatkan label bertuliskan premium quality, melalui proses penyaringan sebanyak 2 sampai dengan 3 kali dan komposisi minyak kelapa sawit dan vitamin A, serta informasi nilai gizi yang tidak sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya.

“Sehingga merugikan konsumen serta timbul keluhan dari konsumen terkait minyak goreng tersebut yang memiliki kualitas tidak seperti minyak goreng premium lainnya,” tambahnya.

Lalu, berdasarkan data rekap penjualan PT Djayatama Semesta Perkasa dari tanggal 1 Maret sampai 29 Juni 2022, terhitung sebesar Rp 26,6 miliar. Berikut bukti-bukti yang diamankan:

1. 2.400 karton berisikan minyak goreng dalam kemasan 1 liter merk D'Vina;
2. 10 karton berisikan minyak goreng dalam kemasan botol 900 ml merk D'Vina;
3. 20 mesin cor/filling minyak goreng berikut selang;
4. 25 meja untuk mesin cor/filling minyak goreng;
5. 1 unit diesel penyedot minyak goreng;
6. 90 buah ecobulk ukuran 1.000 liter;
7. 2 buah tangki penampung;
8. 1 unit kendaraan forklift;
9. 2 unit forklift manual;
10. 3 unit troli;
11. 2 unit mesin packing karton;
12. 1 lembar kartu timbang apical tanggal 30-6-2022 berat netto 26.820 kg;
13. 1 lembar surat mikie oleo buyer name citra unggul semesta tanggal 24-06-2022 net weight 7.680 kg;
14. Beberapa dokumen serta barang lainnya.

Atas perbuatannya, LSP disangkakan dengan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ancaman hukuman pidana maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp 2 miliar. Lalu, Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, ancaman hukuman pidana maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar dan Pasal 141 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, ancaman hukuman pidana maksimal 2 tahun dan denda maksimal Rp 4 miliar.

Lebih lanjut penyidik juga akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi serta menyita barang bukti terkait kasus ini. Termasuk melakukan pemeriksaan secara laboratoris terhadap minyak goreng merek D'Vina di BBIA Kemenperin RI.

“Melakukan pemeriksaan terhadap ahli dari BBIA Kemenperin RI. Melakukan gelar penetapan tersangka atas nama LSP dkk,” katanya.

Rencana tindak lanjut, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka LSP dkk, melakukan pemeriksaan ahli perlindungan konsumen dan ahli di bidang pangan dari BPOM, dan melakukan pemberkasan untuk di ke JPU.

Lihat juga video ‘Mendag Akan Kirim 1.200 Ton Minyak Goreng ke Maluku-Papua

[Gambas:Video 20detik]

(azh/idn)