Bayi Empat Bulan Ditolak RSMS

bayi empat bulan ditolak rsms

bpjsBPJS Tidak Bisa Untuk Biaya Operasi

PURWOKERTO – Malang benar nasib Denisa Okta Saputri, bayi berumur empat bulan yang harus di operasi karena terkena penyakit pengecilan kepala atau virus CMV. Pasalnya, pihak Rumah Sakit Margono Soekardjo (RSMS) tidak bisa menerima kartu BPJS Kesehatan untuk biaya operasi.

Untuk itu, nenek korban, Wartiah (65) mengadukan perlakuan pihak RSMS kepada Komisi D DPRD Banyumas. Wartiah yang ditemani Kadus 1 Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Sulaiman (36) datang ke gedung dewan, Jumat (5/2) siang.

Menurut Sulaiman, gejala yang dialami Denisa terlihat tidak seperti pertumbuhan bayi pada umumnya. Kemudian orangtua Denisa memeriksakan ke dokter. Dokter mendiagnosa, Denisa terkena virus CMV atau pengecilan kepala, sehingga organ tubuh tidak berfungsi.

Saran dokter, lanjutnya, harus diberikan obat dengan harga per botol Rp 1 juta. Padahal untuk setiap perawatan, harus membeli tujuh botol. “Jelas tidak mampu, orang tuanya saja kerjanya serabutan. Untuk keseharian saja tidak cukup, untuk membeli obat dengan harga Rp 1 juta perbotol, dan harus beli tujuh botol,” terangnya usai menemui anggota dewan.

Kemudian, kata dia, dokter menyarankan untuk memeriksakan ke RS Margono. Pada Selasa (2/2), pihak keluarga membawa Denisa ke RSMS. Setelah itu disarankan untuk dibawa ke Laboratorium Prodia.

“Setelah diketahui hasil laboratorium, lalu diserahkan ke Margono. Tapi jawaban yang didapat justru, Denisa harus operasi dengan biaya Rp 30 juta. Selain itu, pihak Margono tidak menerima kartu jaminan BPJS kesehatan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutya, dia bersama Wartiah mengadu ke dewan. Diharapkan langkah tersebut bisa membantu meringankan beban keluarga Wartiah. “Saran dari dokter di Margono, kalau mau dibantu untuk dirawat harus minta surat rekomendasi ke Pemkab Banyumas. Supaya pemkab bisa memfasilitasi,” jelasnya.

Sekretaris Komisi D, Yoga Sugama menyarankan untuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas meminta surat rekomendasi. “Kemudian kalau masih dipersulit, lapor lagi ke dewan. Nanti dibantu untuk memperjuangkan,” katanya. (why/sus)

Sumber: