Belanja di Pasar Manis Purwokerto Bisa Delivery Order

belanja di pasar manis purwokerto bisa delivery order

PURWOKERTO – Untuk meningkatkan kenyamanan pembeli, Pasar Manis terus melakukan inovasi. Khususnya untuk fasilitas pelayanan. Setelah membuat satu ruang khusus menyusui (laktasi) dan Poliklinik, Pasar Manis akan dilengkapi dengan pelayanan pesan antar atau Delivery Order (DO).

inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas
Inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas

Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein mengatakan, wacana bermula dari ide para pedagang. Pemkab hanya membantu memfasilitasi serta melakukan pengawasan.

“Untuk sosialisasi dan aplikasi akan kita fasilitasi. Ada satu kantor dan operator khusus untuk wacana tersebut yang akan kita siapkan. Sementara ide itu sendiri muncul dari pedagang. Kita hanya membantu sebisa mungkin,” kata Husein, Senin (16/5).

Selain memfasilitasi, lanjut Husein, pihaknya juga akan memberikan pengawasan agar wacana tersebut bisa terlaksana dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Kita hanya memberikan syarat, boleh dilakukan asalkan kualitas barang harus tetap terjaga. Konsumen juga bisa menolak ketika barang yang dipesan tidak sesuai pesanan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, konsumen yang memesan ikan ketika dipesan 3 kilogram ternyata ada 1 kilogram yang rusak atau bau, konsumen berhak menolak. “Jadi nanti konsepnya kurang lebih ketika ada pemesan masuk lalu diambil dan dikontrol, setelah itu dipacking baru dikirim,” ujarnya.

Menurutnya, wacana tersebut dinilai sangat bagus. Sehingga pemerintah dengan senang hati akan membantu untuk merealisasikan wacana tersebut. Selain bisa menambah omzet pedagang, wacana tersebut juga akan menyerap lapangan pekerjaan untuk tenaga DO.

“Supaya menambah omzet. Yang datang tetap datang, tapi yang malas pergi bisa pesan lewat telepon. Kemungkinan awal Ramadan akan diuji coba. Biasanya kalau puasa kan banyak orang malas keluar rumah,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Dinperindagkop Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan, persiapan untuk sistem DO sudah mencapai 50 persen. Persiapan selanjutnya akan dirembug mengenai harga dan sistem pemesanan.

“Kami akan mendesain sistem pemesanan, cukup melalui telepn, BBM, WA, atau internet,” ujarnya.

Dia menjelaskan, adanya sistem DO untuk memudahkan para pekerja yang tidak memiliki cukup waktu untuk belanja langsung. “Yang jelas kami menyasar karyawan karyawati atau wanita karir. Sehingga akan kami permudah dengan cukup transaksi lewat teknologi, seperti telepon, BBM, WA, atau internet,” terangnya.

Untuk harga nantinya akan ditambah biaya pengiriman. “Tapi paling tidak ini akan menguntungkan mereka. Waktu mereka tidak terganggu, tidak kena uang parkir dan bensin. Kami kira ini akan sangat membantu, karena yang sekarang diprioritaskan adalah masalah waktu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, fasilitas pelayanan DO akan diolah semenarik mungkin. Sehingga masyarakat benar-benar tertarik dan akan terus berbelanja di pasar tradisional. Untuk pengelolaan pelayanan pesan antar, lanjutnya, akan dikelola oleh Paguyuban Pedagang Pasar Manis.

“Yang sudah tergabung dalam Koperasi Pasar Manis Purwokerto seperti simpan pinjam, pelayanan gudang, pelayanan pesan antar, dan penitipan barang dagangan seperti daging, buah, dan sayur dalam lemari pendingin,” jelasnya. (why/sus)

Sumber:

Belanja di Pasar Manis Purwokerto Bisa Delivery Order

belanja di pasar manis purwokerto bisa delivery order

PURWOKERTO – Untuk meningkatkan kenyamanan pembeli, Pasar Manis terus melakukan inovasi. Khususnya untuk fasilitas pelayanan. Setelah membuat satu ruang khusus menyusui (laktasi) dan Poliklinik, Pasar Manis akan dilengkapi dengan pelayanan pesan antar atau Delivery Order (DO).

inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas
Inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas

Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein mengatakan, wacana bermula dari ide para pedagang. Pemkab hanya membantu memfasilitasi serta melakukan pengawasan.

“Untuk sosialisasi dan aplikasi akan kita fasilitasi. Ada satu kantor dan operator khusus untuk wacana tersebut yang akan kita siapkan. Sementara ide itu sendiri muncul dari pedagang. Kita hanya membantu sebisa mungkin,” kata Husein, Senin (16/5).

Selain memfasilitasi, lanjut Husein, pihaknya juga akan memberikan pengawasan agar wacana tersebut bisa terlaksana dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Kita hanya memberikan syarat, boleh dilakukan asalkan kualitas barang harus tetap terjaga. Konsumen juga bisa menolak ketika barang yang dipesan tidak sesuai pesanan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, konsumen yang memesan ikan ketika dipesan 3 kilogram ternyata ada 1 kilogram yang rusak atau bau, konsumen berhak menolak. “Jadi nanti konsepnya kurang lebih ketika ada pemesan masuk lalu diambil dan dikontrol, setelah itu dipacking baru dikirim,” ujarnya.

Menurutnya, wacana tersebut dinilai sangat bagus. Sehingga pemerintah dengan senang hati akan membantu untuk merealisasikan wacana tersebut. Selain bisa menambah omzet pedagang, wacana tersebut juga akan menyerap lapangan pekerjaan untuk tenaga DO.

“Supaya menambah omzet. Yang datang tetap datang, tapi yang malas pergi bisa pesan lewat telepon. Kemungkinan awal Ramadan akan diuji coba. Biasanya kalau puasa kan banyak orang malas keluar rumah,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Dinperindagkop Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan, persiapan untuk sistem DO sudah mencapai 50 persen. Persiapan selanjutnya akan dirembug mengenai harga dan sistem pemesanan.

“Kami akan mendesain sistem pemesanan, cukup melalui telepn, BBM, WA, atau internet,” ujarnya.

Dia menjelaskan, adanya sistem DO untuk memudahkan para pekerja yang tidak memiliki cukup waktu untuk belanja langsung. “Yang jelas kami menyasar karyawan karyawati atau wanita karir. Sehingga akan kami permudah dengan cukup transaksi lewat teknologi, seperti telepon, BBM, WA, atau internet,” terangnya.

Untuk harga nantinya akan ditambah biaya pengiriman. “Tapi paling tidak ini akan menguntungkan mereka. Waktu mereka tidak terganggu, tidak kena uang parkir dan bensin. Kami kira ini akan sangat membantu, karena yang sekarang diprioritaskan adalah masalah waktu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, fasilitas pelayanan DO akan diolah semenarik mungkin. Sehingga masyarakat benar-benar tertarik dan akan terus berbelanja di pasar tradisional. Untuk pengelolaan pelayanan pesan antar, lanjutnya, akan dikelola oleh Paguyuban Pedagang Pasar Manis.

“Yang sudah tergabung dalam Koperasi Pasar Manis Purwokerto seperti simpan pinjam, pelayanan gudang, pelayanan pesan antar, dan penitipan barang dagangan seperti daging, buah, dan sayur dalam lemari pendingin,” jelasnya. (why/sus)

Sumber:

Belanja di Pasar Manis Purwokerto Bisa Delivery Order

belanja di pasar manis purwokerto bisa delivery order

PURWOKERTO – Untuk meningkatkan kenyamanan pembeli, Pasar Manis terus melakukan inovasi. Khususnya untuk fasilitas pelayanan. Setelah membuat satu ruang khusus menyusui (laktasi) dan Poliklinik, Pasar Manis akan dilengkapi dengan pelayanan pesan antar atau Delivery Order (DO).

inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas
Inovasi : pasar manis terus melakukan inovasi, salah satunya melayani pesan antar yang akan diujicoba mulai awal ramadan- -dimas prabowo/radarmas

Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein mengatakan, wacana bermula dari ide para pedagang. Pemkab hanya membantu memfasilitasi serta melakukan pengawasan.

“Untuk sosialisasi dan aplikasi akan kita fasilitasi. Ada satu kantor dan operator khusus untuk wacana tersebut yang akan kita siapkan. Sementara ide itu sendiri muncul dari pedagang. Kita hanya membantu sebisa mungkin,” kata Husein, Senin (16/5).

Selain memfasilitasi, lanjut Husein, pihaknya juga akan memberikan pengawasan agar wacana tersebut bisa terlaksana dan tidak ada pihak yang dirugikan. “Kita hanya memberikan syarat, boleh dilakukan asalkan kualitas barang harus tetap terjaga. Konsumen juga bisa menolak ketika barang yang dipesan tidak sesuai pesanan,” jelasnya.

Dia mencontohkan, konsumen yang memesan ikan ketika dipesan 3 kilogram ternyata ada 1 kilogram yang rusak atau bau, konsumen berhak menolak. “Jadi nanti konsepnya kurang lebih ketika ada pemesan masuk lalu diambil dan dikontrol, setelah itu dipacking baru dikirim,” ujarnya.

Menurutnya, wacana tersebut dinilai sangat bagus. Sehingga pemerintah dengan senang hati akan membantu untuk merealisasikan wacana tersebut. Selain bisa menambah omzet pedagang, wacana tersebut juga akan menyerap lapangan pekerjaan untuk tenaga DO.

“Supaya menambah omzet. Yang datang tetap datang, tapi yang malas pergi bisa pesan lewat telepon. Kemungkinan awal Ramadan akan diuji coba. Biasanya kalau puasa kan banyak orang malas keluar rumah,” katanya.

Kepala Bidang Pasar Dinperindagkop Kabupaten Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan, persiapan untuk sistem DO sudah mencapai 50 persen. Persiapan selanjutnya akan dirembug mengenai harga dan sistem pemesanan.

“Kami akan mendesain sistem pemesanan, cukup melalui telepn, BBM, WA, atau internet,” ujarnya.

Dia menjelaskan, adanya sistem DO untuk memudahkan para pekerja yang tidak memiliki cukup waktu untuk belanja langsung. “Yang jelas kami menyasar karyawan karyawati atau wanita karir. Sehingga akan kami permudah dengan cukup transaksi lewat teknologi, seperti telepon, BBM, WA, atau internet,” terangnya.

Untuk harga nantinya akan ditambah biaya pengiriman. “Tapi paling tidak ini akan menguntungkan mereka. Waktu mereka tidak terganggu, tidak kena uang parkir dan bensin. Kami kira ini akan sangat membantu, karena yang sekarang diprioritaskan adalah masalah waktu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, fasilitas pelayanan DO akan diolah semenarik mungkin. Sehingga masyarakat benar-benar tertarik dan akan terus berbelanja di pasar tradisional. Untuk pengelolaan pelayanan pesan antar, lanjutnya, akan dikelola oleh Paguyuban Pedagang Pasar Manis.

“Yang sudah tergabung dalam Koperasi Pasar Manis Purwokerto seperti simpan pinjam, pelayanan gudang, pelayanan pesan antar, dan penitipan barang dagangan seperti daging, buah, dan sayur dalam lemari pendingin,” jelasnya. (why/sus)

Sumber: