Belum Diterapkan, Sudah Diubah

belum diterapkan, sudah diubah

tengah baruTerkait Penentuan Kelulusan

PURWOKERTO – Belum juga diterapkan wacana kelulusan siswa, penentuan kelulusan siswa kembali diubah. Untuk kelulusan hanya berdasarkan nilai ujian sekolah tanpa melihat nilai rapor. Padahal sebelumnya diwacanakan, untuk kelulusan persentase untuk nilai rapor dan nilai ujian sekolah diserahkan ke masing-masing sekolah.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Edy Rahardjo melalui Kasi Kurikulum Agus Wahidin menjelaskan, pemerintah membebaskan sekolah dalam menentukan standar nilai yang harus dicapai siswa dalam mengerjakan ujian sekolah.

“Dalam aturannya, kriteria kelulusan diserahkan penuh pada pada masing-masing sekolah. Bahkan setiap Dinas Pendidikan Kabupaten tidak diperkenankan untuk menentukan kriteria kelulusan,” katanya.

Aturan tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 57 Tahun 2015, tentang kriteria kelulusan berdasarkan hasil ujian sekolah atau madrasah. Yakni siswa dinyatakan lulus jika menyelesaikan semua program pendidikan yang diselenggarakan, mendapat nilai sikap minimal baik (B), dan lulus ujian sekolah.

Sehingga jika tiga komponen tersebut dapat dipenuhi siswa, secara otomatis dinyatakan lulus tanpa harus menggunakan nilai rapor dan nilai ujian nasional (UN). Terkait kisi-kisi dan soal yang akan digunakan, juga menjadi tanggungjawab pihak sekolah.

“Mereka yang menentukan kisi-kisi dan mereka pula yang membuat soal ujian sekolah. Jadi kami berharap dengan dimudahkannya aturan kelulusan siswa, juga harus disikapi dengan bijak oleh masing-masing sekolah,” terangnya.

Dengan tegas Agus mengatakan, sekolah dilarang melakukan kecurangan dalam bentuk apapun untuk mempermudah siswa dalam mencapai kelulusan. Sebab sekolah saat ini sedang menjadi sorotan banyak pihak lantaran diberikan kepercayaan penuh terkait kelulusan siswa. (ida/sus)

Sumber: