Berbisnis Gencar, Hobi Tetap Lancar

berbisnis gencar, hobi tetap lancar

sukses  budiyono membuka usaha yang sesuai hobinya.Budiyono, Pemilik Bird Shop Purwokerto

Terkadang, beberapa orang hanya pasrah tanpa berbuat apa-apa terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Namun sebagian lagi justru membacanya sebagai peluang. Seperti Budiyono, yang membuka peluangnya dari hobi yang ditekuninya.

BAYU INDRA KUSUMA, Purwokerto

Tidak banyak orang yang menciptakan hobinya menjadi peluang bisnis. Sama seperti pesepak bola profesional yang mendapat bayaran dari hobinya bermain bola, Budiyono agaknya juga menjadi salah satu orang yang cukup brilian membaca arah pasar.

Berawal dari hobinya memelihara burung jenis Love Birds, Budi sapaannya, mengaku menjalankan bisnis ternak burung yang sudah cukup dikenal masyarakat, bahkan dari luar daerah.

“Dulu memang senang main burung. Sampai sekarang juga masih. Namun dulu hanya main saja, tanpa memikirkan bisnis. Tapi sekarang ternak burungnya sudah cukup berkembang,” kata pria kelahiran Purwokerto, 10 Juni 1981.

Usaha yang dijalaninya sejak 2010, diawali dengan kebiasaannya mengikuti lomba atau kontes burung. Awalnya, kontes burung lebih kepada keindahan dan warna burung. Namun saat ini berkembang pada kompetisi suara burung.

Menurutnya, beberapa induk burung Love Birds yang diternaknya merupakan burung-burung juara. Sehingga kualitasnya cukup diakui masyarakat. Selama lebih dari lima tahun, Budi sudah menjual lebih dari 1.000 ekor kepada pecinta burung yang ada di seluruh Indonesia.

“Dulu saya ternak burung warna. Tapi sekarang beralih ke burung suara, karena potensinya lebih baik di burung suara,” katanya.

Selain ternak, dia juga kerap melatih beberapa burung sebelum dijual. Menurutnya, untuk memelihara burung sendiri tidak terlalu rumit, hanya memang perlu ketelatenan. “Kendalanya paling cuaca ekstrem yang sampai saat ini masih sulit diprediksi. Namun kalau basicnya pecinta burung, pasti bisa mengatasi segala permasalahan,” katanya.

Tidak hanya itu, harga jual Love Birds di pasaran saat ini juga masih terbilang fantastis. Dikatakan, untuk anakan burung Love Birds, dia menjualnya sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1,5 juta per ekor.

Saat ini burung hasil ternaknya sudah dikirim ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bogor, Semarang, hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera.

“Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Saat ini bisnis burung yang saya lakukan berbasis online, sehingga cukup mudah dan cepat,” jelas warga Purwokerto Kulon.

Bisnis yang dinamainya Bird Shop, nyatanya sudah cukup berhasil. Bahkan omzet per bulan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta, setelah dipotong dengan biaya pakan dan perawatan.

Baginya, kerja keras memang penting dan memang harus dilakukan. Hanya saja, sesuatu yang dijalani berdasarkan kesenangan maka akan ada dua keuntungan yang akan didapat, yaitu keuntungan rohani dan keuntungan materi.

“Yang penting kita bisa berbisnis tanpa harus meninggalkan hobi,” tegasnya. (*/sus)

Sumber: