Berprinsip, Mengamen Tak Harus di Jalan

berprinsip, mengamen tak harus di jalan

OM Cakra Buana Berpersonel Eks Pengamen Jalanan

Perda Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang ditertibkan Pemkab Banyumas cukup ampuh dan membuat jera para pengamen. Seperti eks pengamen yang berdomisili di Kampung Rahayu yang memilih membentuk orkes melayu (OM), dibanding “berkeliaran” di jalan.

HIDAYAH, Purwokerto

Umurnya memang baru seumur jagung. Baru dibentuk sekitar tiga minggu. Namun grup musik ini punya cita-cita tak hanya sekedar mencari penghasilan. Tetapi bisa mewadahi pengamen yang masih berada di jalan.

Penasehat Orkes Melayu Cakra Buana, Musyafa mengatakan, orkes melayu dibentuk setelah pemkab mengeluarkan perda. “Dari situ muncul gagasan untuk membentuk grup saja. Karena menurut kami saat itu, mengamen tidak harus di jalan,” katanya.

Saat ini ada 13 orang yang tergabung dalam grup. Personel yang tergabung tidak semuanya eks pengamen jalanan. Ada sebagian yang merupakan penyanyi organ tunggal. “Rini awalnya penyanyi organ tunggal, tapi dia mau gabung dengan kami. Dengan bergabungnya Rini, diharapkan bisa menambah kreativitas grup,” katanya.

Lebih lanjut Musyafa mengatakan, anggota personel OM Cakra Buana antara lain Musyafa, Jumanto, Kusno, Yatno, Sutino, Sakim, Darno, Tri Praseto, Doni, Santi, Rini dan Siti. “Ada juga anggota grup dari luar, karena kami memang belum menguasai alat musik tersebut. Seperti suling dan keyboard,” ujarnya.

Menurut Musyafa, awalnya beranggapan dalam satu bulan OM Cakra Buana bisa show dalam waktu satu bulan. Sebab mereka sudah mempunyai keahlian di bidang masing-masing. Namun perkiraannya meleset, OM Cakra Buana akan mulai show kurang lebih dua bulan.

“Kalau mereka sendiri-sendiri sudah biasa. Namun ketika mereka digabung untuk menghasilkan musik yang bagus agak sedikit sulit, karena banyak pemikiran,” terangnya.

Musyafa mengatakan, tidak menutup kemungkinan jika pengamen lain bisa bergabung. Sebab pengamen di sekitar mereka masih banyak. Untuk di Kampung Rahayu, ada sekitar 40 pengamen. Ada yang masih aktif, ada juga yang sudah menjalani pekerjaan lain.

“Kalau memang nanti personelnya terlalu gemuk, kita akan membuat grup lain. Yang penting tidak mengamen di jalan,” terangnya.

Salah satu anggota grup, Kusno berharap, agar OM Cakra Buana bisa berkembang dengan baik. Sehingga bisa menarik pengamen lain agar tidak mengamen lagi di jalan. “Mereka yang masih mengamen di jalan bisa bergabung. Grup ini menjadi wadah untuk mereka,” kata pemuda yang mengaku kini bekerja serabutan.

Mimpinya, ke depan grup ini semakin besar dan menjadi grup yang bisa berdampingan dengan artis ibu kota. Untuk konsep, grup ini juga disesuaikan dengan selera pasar. “Saat ini banyak yang suka dangdut koplo, kami mengambil segmen tersebut. Harapannya bisa diterima di masyarakat. Namun jika ada lagu yang tidak bisa dibuat koplo, kami tidak akan memaksa,” terangnya. (*/sus)

Sumber: