BI Siapkan Rp 3,5 Triliun, Bank Swasta di Purwokerto Wajib Layani Penukaran Uang

bi siapkan rp 3,5 triliun, bank swasta di purwokerto wajib layani penukaran uang

bi siapkan rp 3,5 triliun, bank swasta di purwokerto wajib layani penukaran uang

PURWOKERTO – Tingginya perputaran uang yang terjadi menjelang ramadan dan lebaran mendatang, bakal diantisipasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto dengan menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 3,5 triliun. Selain untuk menjamin kualitas uang rupiah, jumlah tersebut juga nantinya bakal digunakan untuk melayani penukaran uang yang biasa dilakukan masyarakat.

“Kita mewajibkan bank swasta untuk melayani juga penukaran uang kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludagnya antrean penukaran uang, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, hal itu juga dimaksudkan untuk pemerataan,” jelasn Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso.

Dari data yang ada, 60 persen perputaran uang yang ada di eks Karesidenan Banyumas, memang terjadi di Purwokerto. Oleh karena itu, suplai uang baru untuk wilayah Purwokerto juga akan ditingkatkan.

Jika dibandingkan tahun lalu, dimana BI Purwokerto menyiapkan Rp 3 triliun untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran, tahun ini memang mengalami peningkatan sampai Rp 500 milyar. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan uang di Banyumas nantinya juga akan meningkat, terutama untuk pembayaran THR, baik karyawan swasta maupun pegawai negeri. “Penarikan tunai selama Ramadan dan Lebaran nanti dipastikan akan meningkat jika dibandingkan hari biasa. Sehingga kita juga menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat,” katanya.

Tidak hanya individu, penarikan dan penukaran uang juga dapat dilakukan instansi. Meski begitu, BI Purwokerto juga akan tetap melayani penukaran uang sejak 20 Juni mendatang, tanpa adanya pembatasan nominal. “Namun untuk instansi atau institusi, perlu didahului dengan pengiriman surat satu hari sebelumnya. Hal itu agar BI dapat menyiapkan jumlah nominal yang akan ditukarkan, agar tidak terlalu menunggu lama. Sedangkan untuk individu, penukaran uang tetap dilakukan sesuai jadwal harian BI,” katanya.

Tidak hanya mewajibkan bank swasta untuk memfasilitasi penukaran uang, BI Purwokerto juga akan terus mengawasi sejumlah ATM yang ada di wilayah kerja BI Purwokerto, terutama untuk menghindari kekosongan mesin ATM seperti yang kerap terjadi di beberapa titik ATM seperti tahun lalu. “Harapannya, agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan penarikan tunai selama ramadan dan lebaran. Namun untuk pengawasan ATM, sebenarnya secara reguler selalu dilakukan BI secara berkala,” tegasnya. (bay/acd)

Sumber:

BI Siapkan Rp 3,5 Triliun, Bank Swasta di Purwokerto Wajib Layani Penukaran Uang

bi siapkan rp 3,5 triliun, bank swasta di purwokerto wajib layani penukaran uang

bi siapkan rp 3,5 triliun, bank swasta di purwokerto wajib layani penukaran uang

PURWOKERTO – Tingginya perputaran uang yang terjadi menjelang ramadan dan lebaran mendatang, bakal diantisipasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto dengan menyiapkan uang tunai sebanyak Rp 3,5 triliun. Selain untuk menjamin kualitas uang rupiah, jumlah tersebut juga nantinya bakal digunakan untuk melayani penukaran uang yang biasa dilakukan masyarakat.

“Kita mewajibkan bank swasta untuk melayani juga penukaran uang kepada masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi membludagnya antrean penukaran uang, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, hal itu juga dimaksudkan untuk pemerataan,” jelasn Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Ramdan Denny Prakoso.

Dari data yang ada, 60 persen perputaran uang yang ada di eks Karesidenan Banyumas, memang terjadi di Purwokerto. Oleh karena itu, suplai uang baru untuk wilayah Purwokerto juga akan ditingkatkan.

Jika dibandingkan tahun lalu, dimana BI Purwokerto menyiapkan Rp 3 triliun untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran, tahun ini memang mengalami peningkatan sampai Rp 500 milyar. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan uang di Banyumas nantinya juga akan meningkat, terutama untuk pembayaran THR, baik karyawan swasta maupun pegawai negeri. “Penarikan tunai selama Ramadan dan Lebaran nanti dipastikan akan meningkat jika dibandingkan hari biasa. Sehingga kita juga menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat,” katanya.

Tidak hanya individu, penarikan dan penukaran uang juga dapat dilakukan instansi. Meski begitu, BI Purwokerto juga akan tetap melayani penukaran uang sejak 20 Juni mendatang, tanpa adanya pembatasan nominal. “Namun untuk instansi atau institusi, perlu didahului dengan pengiriman surat satu hari sebelumnya. Hal itu agar BI dapat menyiapkan jumlah nominal yang akan ditukarkan, agar tidak terlalu menunggu lama. Sedangkan untuk individu, penukaran uang tetap dilakukan sesuai jadwal harian BI,” katanya.

Tidak hanya mewajibkan bank swasta untuk memfasilitasi penukaran uang, BI Purwokerto juga akan terus mengawasi sejumlah ATM yang ada di wilayah kerja BI Purwokerto, terutama untuk menghindari kekosongan mesin ATM seperti yang kerap terjadi di beberapa titik ATM seperti tahun lalu. “Harapannya, agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan penarikan tunai selama ramadan dan lebaran. Namun untuk pengawasan ATM, sebenarnya secara reguler selalu dilakukan BI secara berkala,” tegasnya. (bay/acd)

Sumber: