BKSDA Jabar Lepas Liarkan 6 Kukang Sumatera di Hutan Lindung Batutegi

Bogor

Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Bengkulu melepasliarkan enam ekor kukang Sumatera (Nycticebus coucang) di kawasan hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Batutegi, Lampung.

Kukang Sumatera yang dilepasliarkan merupakan kukang yang diselamatkan dari kasus pemeliharaan satwa liar oleh masyarakat dan telah menjalani rehabilitasi.

“Keenam kukang yang dilepasliarkan telah menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Satwa Yayasan IARI (Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia) Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Kepala BBKSDA Jawa Barat Hendra Wijaya dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap satwa ini akan beradaptasi dengan baik di habitatnya di kawasan Hutan Lindung Batutegi serta berkembang biak di masa depan,” tambahnya.

Hendra menyebut lokasi pelepasliaran enam ekor kukang Sumatera ditetapkan setelah melalui proses survei. Kawasan hutan KPHL Batutegi dinilai memenuhi persyaratan yang diperlukan seperti karakteristik habitat, yaitu berupa hutan campuran, hutan dataran rendah dengan gugus perbukitan yang mempunyai struktur dan komposisi yang beragam.

Kawasan yang berada pada ketinggian 200-1700 mdpl ini memiliki ketersediaan pakan melimpah, seperti tumbuhan kaliandra merah (Calliandra calothyrsus), tepus (Hornstedtia megalochelius), meranti (Shorea ssp.), suren (Toona sureni), dan tumbuhan herba lainnya serta serangga, reptil dan burung kecil yang juga merupakan pakan kukang.

“Kondisi populasi kukang Sumatera yang stabil dan sering dijumpai di kawasan ini, ditambah tingkat ancaman dan gangguan yang rendah, serta kondisi sosial budaya masyarakat yang tinggal berbatasan dengan kawasan tersebut sudah memiliki kesadaran mengenai pentingnya menjaga kukang, menjadikan kawasan ini ditetapkan sebagai lokasi yang tepat untuk pelepasliaran,” tambahnya.

Direktur Program Yayasan IARI Ciapus Bogor Karmele Llano Sanchez mengatakan, dari keenam kukang Sumatera yang dilepasliarkan, tiga di antaranya merupakan pejantan dan tiga lainnya merupakan betina.

“Yang betina 3 ekor yaitu (bernama) Tigan, Murphy, dan Anjay. Sedangkan yang jantan ada 3 ekor, yaitu (bernama) Sukhoi, Lulu, dan Terserah,” kata Karmele dalam keterangannya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.