Boyongan Pakai Mobil Antik

boyongan pakai mobil antik

 pertama kali : hari jadi banyumas tahun ini ada prosesi boyongan dari banyumas ke purwokerto./dimas prabowo/radarmas
Pertama kali : hari jadi banyumas tahun ini ada prosesi boyongan dari banyumas ke purwokerto. /dimas prabowo/radarmas

Prosesi Hari Jadi Banyumas

PURWOKERTO – Tahun ini, rangkaian Hari Jadi Banyumas digelar secara berbeda. Tidak hanya tanggal yang dimajukan yakni 22 Februari dari sebelumnya 6 April, usia Banyumas juga lebih tua 12 tahun yakni 445.

Selain itu, dalam rangkaian hari jadi, untuk kali pertama ada prosesi boyongan Kabupaten Banyumas, dari Banyumas ke Purwokerto. Tiga saka yang ada di Banyumas dibawa ke Purwokerto pada Kamis (18/2).

Camat Banyumas Drs Ahmad Suryanto MSi mengatakan, prosesi boyongan dilakukan dengan menggunakan mobil antik. Dengan menggunakan pakaian adat Banyumasan, Bupati dan Wakil Bupati Banyumas serta Muspida, menaiki mobil antik keluaran tahun 40-an, 50-an dan 60-an untuk menuju ke Purwokerto.

“Kegiatan ini baru pertama kali dan kami berharap bisa jadi kegiatan rutin,” kata Ahmad.

Sebelum prosesi boyongan, bupati bersama wakil bupati, Ketua DPRD, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan para pimpinan dinas/lemtekda berziarah ke makam Raden Joko Kahiman di Makam Dawuhan Kecamatan Banyumas.

Husein mengatakan, peringatan hari jadi Kabupaten Banyumas ke 445 berdasakan Perda Nomor 10 Tahun 2015. Dimana ditetapkan tanggal 22 Februari 1571 yaitu sebagai lahirnya Kabupaten Banyumas, didasarkan pada saat diwisuudanya Raden Joko Kahiman menjadi adipati Warga Utama II oleh Sulatan Pajang yaitu pada tanggal 22 Februari 1571.

Husein juga mengatakan, ziarah bukan merupakan kegiatan untuk mengagung-agungkan Raden Joko Kahiman, tetapi untuk memperingati terhadap leluhur yang sudah banyak jasanya terhadap Kabupten Banyumas.

Husein juga berharap sebagai generasi penerus mempunyai tanggung jawab untuk membangun dan mewujudkan masyarakat Banyumas yang sejahtera dan memiliki budaya yang luhur. “Kulo lan panjenengan kudu duwe rasa tanggungjawab nggula wenthah mbangun lan mujudaken masyarakat Kabupaten Banyumas sing wareg, waras, wasis, uga duwe budhaya sing luhur,” imbuhnya. (wah/why/sus)

Sumber: