Braze, Solusi Customer Engagement buat Dukung Sukses Bisnismu

JakartaPandemi COVID-19 membawa banyak perubahan terhadap seluruh aspek kehidupan. Bagi para pemilik usaha, wabah COVID-19 memberikan dampak pada cara mereka menjalankan bisnis.

Khususnya dalam hal customer engagement, atau menjalin hubungan dengan konsumen. Sebelum pandemi melanda, brand dapat membangun loyalitas konsumen melalui interaksi secara langsung/offline baik melalui transaksi, customer services dan lain sebagainya.

Namun pembatasan mobilitas akibat pandemi COVID-19 mendorong brand dan para pebisnis untuk mencari alternatif lain guna menjalin serta mempertahankan hubungan dengan konsumen. Menghadapi tuntutan tersebut, banyak brand yang akhirnya beradaptasi dan melakukan transformasi digital dalam aspek bisnisnya.

Transformasi digital ini pun menjadi angin segar terhadap bagaimana cara sebuah brand menjalankan customer engagement. Banyak brand yang kini melihat sisi positif digitalisasi terhadap customer engagement, dan berusaha mengembangkannya demi menjangkau lebih banyak konsumen dibandingkan menggunakan metode konvensional.

Tentunya untuk dapat menerapkan customer engagement yang baik demi mendukung kesuksesan dari sebuah brand, diperlukan platform yang mampu mengoptimalkan interaksi antara brand dengan konsumen sehingga menciptakan strategi marketing yang lebih efisien. Braze hadir sebagai platform customer engagement terkemuka dengan menawarkan solusi yang memperkuat interaksi antara brand dengan konsumen.

Melalui Braze, brand dapat memproses data pelanggan secara real time, mengoptimalkan kampanye cross-channel marketing dan terus mengembangkan strategi customer engagement-nya.

Mengapa Platform Customer Engagement Dibutuhkan?

Dalam survei yang dilakukan terhadap 1.500 VP+ marketing executives di seluruh dunia, Braze mengidentifikasi adanya tiga tren terkait customer engagement yang muncul selama tahun 2022:

1. Keyakinan Brand terhadap Customer Engagement Semakin Kuat

Dalam laporannya, Braze mengungkapkan 98% perusahaan mengklaim customer engagement yang mereka lakukan efektif dalam memenuhi target revenue.

2. Transisi ke Zero & First Party Data

Pada tahun 2021, Google mengumumkan akan memberhentikan third party cookies. Sebagai dampak terhadap hal ini, banyak brand yang beralih menggunakan metode pengumpulan data ke Zero (data yang diberikan langsung oleh konsumen) dan First (data yang dikumpulkan brand atas seizin konsumen) Party Data.

3. Manajemen Data Menjadi Prioritas bagi Brand

Dengan semakin banyaknya data yang dihasilkan untuk berinteraksi dengan konsumen, brand dihadapkan dengan tantangan untuk mencari cara mengembangkan strategi digitalnya sambil me-manage data yang jumlahnya begitu banyak.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Braze meyakini customer experience sebagai sesuatu yang perlu diperhitungkan oleh brand dalam menjalankan bisnis ke depannya.

advFoto: dok. Braze

Customer Engagement di Region Asia Pacific (APAC)

Dalam Customer Engagement Review 2022-nya, Braze meungkapkan sekitar 60 juta konsumen di kawasan APAC bergabung ke ranah internet sebagai dampak pandemi COVID-19. Tingginya adopsi digital ini didukung kecenderungan konsumen APAC menggunakan smartphone serta strategi mobile-first yang diterapkan oleh brand.

Strategi mobile-first adalah di mana brand mengutamakan desain UI dan UX website pada perangkat mobile, dan kemudian dilanjutkan ke perangkat lain seperti tablet dan desktop. Dalam penerapannya, strategi mobile-first mengutamakan visual dan visibility dari mobile site, seperti teks yang mudah dibaca, button yang berjarak, hingga gambar yang berkualitas namun tidak memenuhi halaman.

Menghadapi fenomena ini, customer experience menjadi hal krusial yang perlu diperhitungkan oleh brand dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu caranya adalah dengan meng-engage konsumer melalui satu atau multi-channel guna meningkatkan interaksi dan menumbuhkan loyalitas konsumen terhadap brand.

Kiprah Braze terhadap Industri di Indonesia

advFoto: dok. Braze

Braze telah membuktikan kinerjanya melalui partnership bersama beberapa brand terkemuka di Indonesia. Di antaranya yakni Traveloka, LinkAja dan Tiket.com.

Bersama Traveloka, Braze berhasil mengembangkan kampanye untuk fitur Traveloka Eats dengan click-through rate (CTR) 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan kampanye Eats lainnya.

Customer engagement menjadi sebuah prioritas bagi tim LinkAja, yang kemudian berpaling kepada Braze untuk mengembangkan strategi yang lebih kompleks, mengekspansi channel serta mengotomasi proses yang sebelumnya dikerjakan secara manual.

Menggunakan Mixpanel dan Looker dari Braze Alloys Technology Partners untuk memungkinkan kolaborasi cross-functional dan visualisasi data, tim LinkAja meluncurkan kampanye lifecycle pertamanya dan memperoleh peningkatan 32% pengguna menyelesaikan transaksinya dalam 14 hari pertama.

Sedangkan di Tiket.com, kolaborasi Braze berhasil meningkatkan layanan Service Level Agreement (SLA) dari 70% menjadi 80%. Kecepatan Tiket.com dalam meng-update info perjalanan pengguna juga meningkat hingga 3 kali lipat.

Pada tahun 2022 ini, Braze akan melakukan interview dengan Bukalapak dan Travelokaterkait pandangan mereka tentang customer engagement.

(adv/adv)