Buah Apel Untuk Bansos Sembako Busuk, TKSK Tegaskan Sudah klir

sibnews.info, Banjarnegara – Distribusi bantuan sosial program Sembako di Kabupaten Banjarnegara pada bulan ini diwarnai dengan kemunculan isu adanya komoditi yang tidak layak konsumsi. Salah satunya yakni komoditi buah yang dibagikan dalam jenis apel.

“Ada memang komoditi yang busuk yakni buah apel. Namun itu sudah diketahui saat proses sebelum sampai distribusi ke agen sehingga dikembalikan kepada suplier,” kata koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Banjarnegara, Dita kepada sibnews.info, Rabu (17/2/2021).

Dita mengatakan, dari pemasok atau suplier e warong, selama ini bertanggung jawab atas setiap pengiriman barang mereka. Saat disinggung soal munculnya informasi beredarnya telur tak layak konsumsi, Dita menyatakan tidak benar bahwa terjadi penyaluran barang rusak, apalagi sampai diterima ke tangan KPM.

“Semua komoditi yang diterima keluarga penerima manfaat dipastikan tidak ada yang tidak layak,” tegas Dita.

Pemilik Agen e Warong Srenggayuda, Ny Win mengungkapkan, dalam pendistribusian bulan ini dirinya memang mengetahui adanya komoditi yang tak layak yaitu apel busuk.

“Tapi hal ini wajar terjadi karena memang persoalannya ada pada packing dan hal lain. Tapi adanya temuan buah apel busuk tak pernah sampai ke KPM, dan ini wajar,” kata Win.

Win bahkan kaget ketika mendengar ada kabar peredaran komoditi telur tak layak untuk program Bansos Sembako di Banjarnegara. Menurut dia, justru komoditi telur yang dia terima bulan ini kualitasnya sama dengan bulan sebelumnya.

telur kualitas baik fokba
Komoditi telur dengan kualitas yang baik. Foto: istimewa

“Bahkan yang saya terima bulan ini telur baru. Pecah pun bisa dikonsumsi, itu apabila sampai ada yang pecah, akan tetapi semuanya sangat bagus,” kata Win yang agen e Warongnya berada di Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Kabupaten Banjarnegara, Azis Akhmad mengatakan, apabila terjadi ada komoditi dari jenis Sembako yang tidak layak maka sudah menjadi kewajiban bagi penyedia barang untuk menggantinya. Sebab, kata Azis, jika tidak diganti maka pihak e Warong tidak akan membayar barang yang rusak.

“Sesuai dengan Pedum dan Mou yg ditanda tangani oleh e-warong dengan penyedia barang mekanismenya demikian,” kata Azis.

Rasito dan tim