Bupati Banyums Tuntut Inovasi Pelayanan Publik

bupati banyums tuntut inovasi pelayanan publik

Pemkab Pamerkan 92 Inovasi Kerja

PURWOKERTO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memamerkan 92 inovasi layanan publik di Alun-alun Purwokerto, Minggu (26/11). Selain memamerkan bentuk layanan, Pemkab juga menggelar Talkshow pelayanan publik di Pendopo Si Panji.

Kegiatan yang dikemas dalam festival kinerja pembangunan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Banyumas tahun 2013-2018 ini, dibuka oleh Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein.

Bupati Achmad Husein mengatakan, inovasi layanan merupakan inovasi sistemik yang hanya bisa dilakukan bersama-sama. Walaupun sudah banyak inovasi layanan masyarakat yang diciptakan oleh SKPD, tetap perlu terus disosialisasikan agar pelayanan itu benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.

festival kinerja 2017 6 banyumas

“Untuk itu saya tak pernah berhenti mengajak kepada semua aparat sipil negara (ASN) untuk tidak berhenti berinovasi membuat masyarakat sejahtera,” kata Bupati

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas bimbingan dan arahan sehingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas dapat melakukan inovasi.

“Semula saya tidak begitu yakin, namun setelah melihat langsung apa yang dilakukan beberapa OPD di bawah bimbingan LAN hasilnya cukup bagus,” katanya.

Kepala Bapelitbang (Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan) Banyumas, Eko Prijanto mengatakan, inovasi pelayanan publik yang dipamerkan kali ini, hampir terjadi di seluruh OPD. Seperti Gerakan Masyarakat Peduli Sungai (Gemas Pesulan) dari DPU, Roadshow by Molin (Posyandu Remaja) dari DPPKBP3A, Gerakan Masyarakat Banyumas Stop Buang Air BEsar Sembarangan (Gemma BABS) dari Dinkes, Pelayanan Tekhnologi KRPL di Kelompok Wanita Tani Banyumas dari Dinpertan KP.

Kemudian Gerakan NAsional PEndidikan Inklusif Masyarakat Banyumas (Gendis Mamas) dari Dindik, Mitra Kurir Langit dari Dinsospermasdes, Klinik Konsultasi dari Inspektorat, One Stop Service (Pelayanan Pengesahan Site Plan Perumahan) dari Dinperkim, Seribu Bank Sampah dari DLH, Kartu Rastra (Beras Sejahtera) Sekda,

festival kinerja 2017 banyumas

“Dan Hadirnya Anda Langsung Oke (HALO) Satpol PP, Ayo Nyampekna KK lan KTP Banyumas (Ayam Kate Mas) dari Dindukcapil, dan lainnya,” kata dia.

Sedangkan menurut Adi Suryanto, Kepala LAN RI, invoasi dimulai dari perubahan kurikulum Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) di mana setiap peserta diklat wajib mengajukan proyek perubahan atau proyek inovasi. Secara formal inovasi bermula dari reformasi birokrasi pada tahun 2013 yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Waktu itu Kementerian PAN-RB melakukan launching program bernama one agency one inovation,” kata dia.

Dalam hal layanan perizinan, menurut Plt Deputi Pelayanan Publik Menteri PAN-RB, Damayanti, pihaknya pernah membuat forum replikasi khusus untuk pelayanan perizinan. “Dalam perekembangannya, kini sudah mulai terbangun semacam mal pelayanan publik. Jadi, masyarakat cukup datang ke suatu tempat untuk mengurus berbagai macam izin. Saat ini yang sudah melaksanakan adalah Kota Surabaya, Provinsi DKI Jakarta, dan Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Kegiatan dihadiri Forkompinda, SKPD di Kabupaten Banyumas serta Kepala Bappeda Jateng. Turut juga Bupati dan Walikota dari berbagai daerah, seperti Walikota Solok, Sekda Muara Enim, Sekda Gorntalo, Perwakilan dari Kabupaten Bone, Perwakilan Kabupaten Lampung Tengah dan lain sebagainya. Mereka ingin mengetahui lebih dekat kegiatan yang dilaksanakan agar mereka bisa melaksanakan kegiatan yang sama didaerahnya. (why)

Sumber:

Bupati Banyums Tuntut Inovasi Pelayanan Publik

bupati banyums tuntut inovasi pelayanan publik

Pemkab Pamerkan 92 Inovasi Kerja

PURWOKERTO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas memamerkan 92 inovasi layanan publik di Alun-alun Purwokerto, Minggu (26/11). Selain memamerkan bentuk layanan, Pemkab juga menggelar Talkshow pelayanan publik di Pendopo Si Panji.

Kegiatan yang dikemas dalam festival kinerja pembangunan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Banyumas tahun 2013-2018 ini, dibuka oleh Bupati Banyumas Ir H Achmad Husein.

Bupati Achmad Husein mengatakan, inovasi layanan merupakan inovasi sistemik yang hanya bisa dilakukan bersama-sama. Walaupun sudah banyak inovasi layanan masyarakat yang diciptakan oleh SKPD, tetap perlu terus disosialisasikan agar pelayanan itu benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat.

festival kinerja 2017 6 banyumas

“Untuk itu saya tak pernah berhenti mengajak kepada semua aparat sipil negara (ASN) untuk tidak berhenti berinovasi membuat masyarakat sejahtera,” kata Bupati

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lembaga Administrasi Negara (LAN) atas bimbingan dan arahan sehingga sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyumas dapat melakukan inovasi.

“Semula saya tidak begitu yakin, namun setelah melihat langsung apa yang dilakukan beberapa OPD di bawah bimbingan LAN hasilnya cukup bagus,” katanya.

Kepala Bapelitbang (Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan) Banyumas, Eko Prijanto mengatakan, inovasi pelayanan publik yang dipamerkan kali ini, hampir terjadi di seluruh OPD. Seperti Gerakan Masyarakat Peduli Sungai (Gemas Pesulan) dari DPU, Roadshow by Molin (Posyandu Remaja) dari DPPKBP3A, Gerakan Masyarakat Banyumas Stop Buang Air BEsar Sembarangan (Gemma BABS) dari Dinkes, Pelayanan Tekhnologi KRPL di Kelompok Wanita Tani Banyumas dari Dinpertan KP.

Kemudian Gerakan NAsional PEndidikan Inklusif Masyarakat Banyumas (Gendis Mamas) dari Dindik, Mitra Kurir Langit dari Dinsospermasdes, Klinik Konsultasi dari Inspektorat, One Stop Service (Pelayanan Pengesahan Site Plan Perumahan) dari Dinperkim, Seribu Bank Sampah dari DLH, Kartu Rastra (Beras Sejahtera) Sekda,

festival kinerja 2017 banyumas

“Dan Hadirnya Anda Langsung Oke (HALO) Satpol PP, Ayo Nyampekna KK lan KTP Banyumas (Ayam Kate Mas) dari Dindukcapil, dan lainnya,” kata dia.

Sedangkan menurut Adi Suryanto, Kepala LAN RI, invoasi dimulai dari perubahan kurikulum Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) di mana setiap peserta diklat wajib mengajukan proyek perubahan atau proyek inovasi. Secara formal inovasi bermula dari reformasi birokrasi pada tahun 2013 yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Waktu itu Kementerian PAN-RB melakukan launching program bernama one agency one inovation,” kata dia.

Dalam hal layanan perizinan, menurut Plt Deputi Pelayanan Publik Menteri PAN-RB, Damayanti, pihaknya pernah membuat forum replikasi khusus untuk pelayanan perizinan. “Dalam perekembangannya, kini sudah mulai terbangun semacam mal pelayanan publik. Jadi, masyarakat cukup datang ke suatu tempat untuk mengurus berbagai macam izin. Saat ini yang sudah melaksanakan adalah Kota Surabaya, Provinsi DKI Jakarta, dan Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Kegiatan dihadiri Forkompinda, SKPD di Kabupaten Banyumas serta Kepala Bappeda Jateng. Turut juga Bupati dan Walikota dari berbagai daerah, seperti Walikota Solok, Sekda Muara Enim, Sekda Gorntalo, Perwakilan dari Kabupaten Bone, Perwakilan Kabupaten Lampung Tengah dan lain sebagainya. Mereka ingin mengetahui lebih dekat kegiatan yang dilaksanakan agar mereka bisa melaksanakan kegiatan yang sama didaerahnya. (why)

Sumber: