Bupati: Toleransi Bersifat Sementara

bupati: toleransi bersifat sementara

merusak rumput : pedagang masih banyak yang berjualan di atas rumput, bahkan pedagang makanan.     /dimas prabowo/radarmas
Merusak rumput : pedagang masih banyak yang berjualan di atas rumput, bahkan pedagang makanan. /dimas prabowo/radarmas

PKL Berjualan di Alun-Alun

PURWOKERTO – Alun-alun Purwokerto kini makin marak dengan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pemkab pun dinilai tidak tegas dalam menangani masalah PKl alun-alun.

Salah satu pengunjung alun-alun, Rizki Okta mengatakan, PKL membuat alun-alun seperti pasar. “Pemerintah daerah harus segera mengatasi masalah itu. Kalau tidak PKL akan semakin banyak,” katanya.

Menurut warga lainnya, Chandra , keberadaan PKL mengganggu ketenangan dan kenyamanan. Kebanyakan orang yang berkunjung ke alun-alun menginginkan suasana yang tenang dan nyaman. “Seharusnya PKL ditempatkan di satu tempat, jadi ngga terlihat berantakan dan semrawut. Belum lagi sampahnya berserakan,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein mengakui, sudah memberikan toleransi kepada para PKL untuk berjualan di alun-alun Purwokerto. Namun toleransi yang diberikan hanya sementara, sambil mencari solusi yang lebih baik.

“Saya memberikan toleransi di situ. Artinya boleh walaupun aturannya sebenarnya tidak boleh. Itu hanya sementara, karena kita belum menemukan lokasi lain untuk mereka,” kata Husein.

Sesuai perjanjian, katanya, pedagang yang diperbolehkan berjualan di alun-alun hanya pedagang asongan dan tidak boleh di atas rumput. Itupun boleh berjualan dari pukul 16.00 hingga malam hari. Namun saat ini banyak pedagang yang nekat berjualan di atas rumput.

“Sebetulnya saya sangat bertoleransi banyak. Memberikan mereka kesempatan berdagang tapi dengan tertib, menjaga kebersihan dan tidak merusak rumput. Jadi saya minta mereka menghargai toleransi kita. Nanti kita kembalikan ke awal perjanjian kita dan akan kita tertibkan lagi,” tegasnya.

Husein menambahkan, pemkab sebetulnya telah menyiapkan lokasi untuk mengumpulkan para PKL yakni Pratista Harsa. Namun upaya tersebut kurang diminati pedagang. Untuk itu lanjutnya, pihaknya berencana akan mengubah ulang konsep tempat tersebut.

“Pratista Harsa akan kita ramaikan lagi. Akan kita jadikan satu tempat kuliner dan kerajinan. Sementara bangunan yang satunya akan kita carikan ide-ide untuk membuat ramai tempat tersebut,” tandasnya. (why/sus)

Sumber: