Capaian Vaksinasi Dinilai Masih Rendah di Banyumas, Epidemiolog: Perlu Ada Akselerasi Vaksin Covid

capaian vaksinasi dinilai masih rendah di banyumas, epidemiolog: perlu ada akselerasi vaksin covid

ahli epidemiolog lapangan fakultas kedokteran universitas jenderal soedirman unsoed purwokerto dr yudhi wibowo
Ahli Epidemiolog Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dr Yudhi Wibowo.

PURWOKERTO – Sejak vaksinasi dimulai pada 13 Januari lalu, capaian vaksinasi dinilai masih rendah.

Hal itu dikemukakan Ahli Epidemiolog Lapangan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dr Yudhi Wibowo.
https://sibnews.info/belum-ada-rekomendasi-vaksin-untuk-anak/
https://sibnews.info/10-000-lansia-sudah-divaksin-kadinkes-masih-jauh-dari-target/

“Perlu akselerasi proses vaksinasi di Indonesia agar herd immunity segera tercapai,” katanya.

Ia memaparkan data global se Indonesia. Per tanggal 22 Maret 2021, jumlah orang yang telah menerima vaksin dosis pertama 5.732.210 orang atau rata-rata 223.621 orang per hari.

“Guna mencapai herd immunity diperlukan minimal 70 persen dari populasi penduduk Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa yang divaksin,” katanya.

Dari data tersebut, untuk mencapai 70 persen populasi penduduk Indonesia menerima vaksin, membutuhkan waktu sangat lama yaitu 2.185 hari atau 73 bulan atau 6,1 tahun.

“Kemungkinannya menjadi tidak efektif untuk mencapai herd immunity secara bersamaan, karena waktunya sangat lama,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Yudhi mengatakan, hal lain yang perlu dipertimbangkan juga adalah terkait efektivitas vaksin.

Menurutnya, Efikasi vaksin yang beredar bervariasi. Mulai dari 65 persen hingga lebih dari 90 persen. Namun efektivitas vaksin sampai dengan saat ini belum ada hasil penelitiannya.

Oleh karenanya, ia berpesan setelah divaksin harus tetap disiplin dengan protokol kesehatan 5M.

Sebelumnya, Kadinkes Banyumas, Sadiyanto mengatakan, lansia menjadi salah satu sasaran yang mendapat prioritas vaksin di Banyumas. Namun begitu, pemberian vaksin masih tergantung oleh pemerintah pusat. “Ini masih jauh dari target. Baru 10.000 padahal pengajuan 260.000,” katanya.

Ia mengatakan, mengingat keterbatasan vaksin, pemberian vaksin bagi lansia diprioritaskan pada yang berumur di atas 60 tahun. Sedangkan untuk pelayan publik di atas 50 tahun.

“Pengiriman vaksin bertahap, sehingga stok sangat terbatas. Kamk harus mengatur skala prioritas,” katanya.

Ia menyebut saat ini yang diprioritaskan dari aturan Kemenkes yakni lansia, pelayan publik, tenaga kesehatan (nakes), dan calon jamaah haji. (Calhaj). (ali)

Sumber: