Cari Wangsit, Belasan Orang Nginep di bawah Jembatan Sungai Pelus

cari wangsit, belasan orang nginep di bawah jembatan sungai pelus

PURWOKERTO- Ada-ada saja tingkah orang di muka bumi ini. Demi mencari wangsit, belasan orang rela mendirikan gubug di bawah jembatan Sungai Pelus Desa Limpakuwus, Sumbang.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Wakapolsek Sumbang Iptu Suwarno mengatakan, dia mendapat laporan warga tentang sekelompok orang yang tinggal di bawah jembatan Sungai Pelus. Mereka sudah tinggal disitu selama dua hari dua malam.

cari wangsit belasan orang nginep di bawah jembatan sungai pelus

“Kami (30/12) kemarin, kami bersama Kanit Intel, Bhabinkamtibmas, anggota Koramil, Perhutani dan perangkat desa setempat mendatangi perkemahan yang dibangun kelompok tersebut. Padahal mereka menempati wilayah yang masuk pegunungan, dimana masih banyak binatang buas,” kata dia.

Berdasarkan interogasi, kelompok orang yang berjumlah 13 ini sengaja mendirikan semacam perkemahan untuk mencari wangsit atau hal ghain lainnya. Mereka mengaku datang dari luar daerah.

“Mereka dipimpin oleh Abdul Basir (38) warga Desa Wangkelang, Pemalang. Ada tiga belas orang, sepuluh diantaranya pria dua wanita dan seorang anak yang masih di bawah umur berusia 8 tahun,” ujar dia.

Kedatangan anggota Polsek Sumbang, anggota Koramil dan perangkat desa untuk memberikan pembinaan. Bahkan, mereka sempat menolak meninggalkan tempat itu.

“Mereka sempat menolak meninggalkan tempat itu, mereka beralasan sedang mencari wangsit. Setelah diberi pembinaan oleh Kanit Intel, mereka akhirnya mau kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Wakapolsek.

Setelah kesepakatan tercapai, aparat dibantu pihak desa mengevakuasi kelompok tersebut ke mobil Carry G 1678 QM yang mereka bawa. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke tempat tinggal masing-masing.

“Kami minta mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya, kami juga memberi pembinaan agar mereka tidak percaya dengan takhayul. Lebih baik mereka melanjutkan pekerjaan, daripada bermalam di suatu tempat dan mencari wangsit,” tandas dia. (mif)

Sumber:

Cari Wangsit, Belasan Orang Nginep di bawah Jembatan Sungai Pelus

cari wangsit, belasan orang nginep di bawah jembatan sungai pelus

PURWOKERTO- Ada-ada saja tingkah orang di muka bumi ini. Demi mencari wangsit, belasan orang rela mendirikan gubug di bawah jembatan Sungai Pelus Desa Limpakuwus, Sumbang.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Wakapolsek Sumbang Iptu Suwarno mengatakan, dia mendapat laporan warga tentang sekelompok orang yang tinggal di bawah jembatan Sungai Pelus. Mereka sudah tinggal disitu selama dua hari dua malam.

cari wangsit belasan orang nginep di bawah jembatan sungai pelus

“Kami (30/12) kemarin, kami bersama Kanit Intel, Bhabinkamtibmas, anggota Koramil, Perhutani dan perangkat desa setempat mendatangi perkemahan yang dibangun kelompok tersebut. Padahal mereka menempati wilayah yang masuk pegunungan, dimana masih banyak binatang buas,” kata dia.

Berdasarkan interogasi, kelompok orang yang berjumlah 13 ini sengaja mendirikan semacam perkemahan untuk mencari wangsit atau hal ghain lainnya. Mereka mengaku datang dari luar daerah.

“Mereka dipimpin oleh Abdul Basir (38) warga Desa Wangkelang, Pemalang. Ada tiga belas orang, sepuluh diantaranya pria dua wanita dan seorang anak yang masih di bawah umur berusia 8 tahun,” ujar dia.

Kedatangan anggota Polsek Sumbang, anggota Koramil dan perangkat desa untuk memberikan pembinaan. Bahkan, mereka sempat menolak meninggalkan tempat itu.

“Mereka sempat menolak meninggalkan tempat itu, mereka beralasan sedang mencari wangsit. Setelah diberi pembinaan oleh Kanit Intel, mereka akhirnya mau kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Wakapolsek.

Setelah kesepakatan tercapai, aparat dibantu pihak desa mengevakuasi kelompok tersebut ke mobil Carry G 1678 QM yang mereka bawa. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke tempat tinggal masing-masing.

“Kami minta mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya, kami juga memberi pembinaan agar mereka tidak percaya dengan takhayul. Lebih baik mereka melanjutkan pekerjaan, daripada bermalam di suatu tempat dan mencari wangsit,” tandas dia. (mif)

Sumber: