Curah Hujan Tinggi, Sebagian Wilayah Banyumas – Cilacap Dilanda Banjir

sibnews.info, Banyumas – Curah hujan yang tinggi di wilayah Banyumas dan Cilacap mengakibatkan beberapa kecamatan di dua kabupaten tersebut terendam banjir.

Wilayah yang cukup parah terjadi di wilayah langganan banjir di Kabupaten Banyumas yaitu kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen dan Sedangkan di kabupaten Cilacap yaitu kecamatan Kroya, Binangun, dan Nusawungu.

Lokasi terparah yang sangat susah untuk surut adalah kecamatan Nusawungu, Cilacap,  karena kondisi air kiriman yang ada di wilayah Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen  mengalir melalui sungai yang masuk ke wilayah Nusawungu, yaitu Sungai Gatel, sungai Ijo, sungai Mbodo dan sungai Ontor.

Kades Karang Gedang kecamatan Sumpiuh Andri kepada awak media sibnews.info, Jumat (18/3/2022) menjelaskan bahwa Desa Karang Gedang merupakan Desa yang berbatasan langsung dengan kecamatan Nusawungu kondisi banjir cukup  parah dan berharap adanya bantuan termasuk di Desa Nusa dadi yang berbatasan langsung dengan Desa Karang Gedang.

whatsapp image 2022 03 18 at 12.57.15

Ditemui terpisah, Kades Nusawungu Rahmat menjelaskan bahwa ada sekitar 156 hektar tanaman padi yang menjelang panen terendam banjir dari luapan sungai gatel sehingga menjadikan gagal panen.

Senada, kades Banjareja kecamatan Nusawungu Edi Suwarno mengatakan ada hampir lima wilayah dusun yang warganya terendam genangan air dan sekitar 50 hektar tanaman padi yang belum dipanen terendam air.

Dari berbagai informasi yang dihimpun awak media fokus Banyumas bahwa untuk solusi pengendalian banjir adalah harus segera diadakan normalisasi sungai seperti sungai Tipar, Sungai Gatel, Sungai mbodo, Sungai ijo, Sungai ontor serta beberapa aliran sungai seperti sungai Sibakung di wilayah Desa Sirau, Grujugan kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas dan Mujur, Gentasari, Sikampuh kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap.

Warga wilayah korban Banjir sangat membutuhkan bantuan, utamanya adalah beras, mie instan serta telor .

Beberapa posko bantuan telah didirikan di masing masing area wilayah yang terkena korban banjir untuk mempermudan menyalurkan bantuan kepada warga masyarakat yang terkena Banjir. ( F28).