Dengarkan Aspirasi WNI Etnis Tionghoa, Syarief Hasan: Semuanya Sama

Jakarta

Wakil Ketua MPR RI Sjarifuddin Hasan atau Syarief Hasan menerima kunjungan silaturahmi sekitar 20 warga negara Indonesia etnis Tionghoa yang tergabung dalam Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua MPR Syarief Hasan, Gedung Nusantara III, Lantai 9, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8).

Dalam momen tersebut, Syarief mengungkapkan negara Indonesia adalah negara yang sangat luar biasa. Sebab, Indonesia memiliki geografis yang luas dan keberagaman penduduk yang terdiri dari banyak suku dan etnis, termasuk etnis Tionghoa.

Namun, kemajemukan yang besar itu dinilai mampu terjalin oleh nilai-nilai luhur bangsa sehingga menyatu dalam satu ikatan kuat tak tergoyahkan menjadi bangsa Indonesia. Syarief menilai seluruh rakyat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik dalam membangun negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi sebagai bangsa Indonesia semestinya, tidak ada lagi ada yang merasa lebih besar dan merasa sebagai warga minoritas. Semuanya sama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini menjadi modal besar bangsa ini menuju masa depan yang sama-sama kita cita-citakan,” kata Syarief dalam keterangannya, Senin (22/8/2022).

Ia lanjut mengatakan salah satu bentuk implementasi penghormatan persamaan hak setiap warga negara Indonesia adalah diterimanya warga Indonesia etnis Tionghoa di Gedung Rakyat MPR RI.

“Gedung ini adalah rumah rakyat, siapa pun dia. Di sinilah rakyat menyampaikan aspirasinya, kami dengarkan, kami olah dan kami kaji atau kami sampaikan aspirasi itu kepada pemerintah atau lembaga negara lainnya sesuai dengan aspirasi yang disampaikan. Saya pribadi dan sebagai salah satu Pimpinan MPR, memberikan apresiasi yang besar kepada delegasi PSMTI ini, yang datang ke rumah rakyat untuk bersilaturahmi dan menyampaikan aspirasi. Mudah-mudahan akan berdampak baik untuk semua,” tambahnya.

Ia menambahkan silaturahmi membangun sinergi sangat penting untuk menghadapi pesta demokrasi Pemilu yang akan datang di tahun 2024. Ia menilai hubungan erat antar seluruh elemen bangsa sangat diperlukan saat pemilu maupun pascapemilu.

“Di tahun politik 2024, bangsa ini harus memiliki kesamaan visi dan misi. Untuk itu, silaturahmi, komunikasi dan saling tukar pikiran antar anak bangsa harus lebih sering dilakukan. Hingga di akhir 2024, Indonesia akan mempunyai satu tujuan bersama menuju Indonesia sejahtera,” ujarnya.

Adapun perbincangan antara Syarief dengan PSMTI berjalan dengan lancar dan penuh keakraban. Diketahui Syarief serius mendengarkan berbagai aspirasi dan pendapat yang diungkapkan pimpinan dan anggota delegasi.

Salah satu hal yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, ialah soal wacana memberikan kontribusi untuk membangun negara dengan ikut terjun ke dunia politik atau bergabung di partai politik.

Ketum PSMTI Wilianto Tanta mengatakan landasan aktivitas organisasi PSMTI berkontribusi untuk negara adalah bidang sosial dan budaya. Namun, sebagai pimpinan, ia tidak melarang anggotanya yang hendak melebarkan sayap di bidang politik.

“Namun, banyak anggota kita yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia, ingin agar lebih luas lagi untuk melakukan kiprahnya demi bangsa dan negara, salah satunya di bidang politik. Sebagai pimpinan, kami tidak melarang dan tidak juga mengarahkan ke sisi politik tertentu, itu hak mereka untuk memilih,” katanya.

Syarief sangat menghargai gagasan tersebut. Menurutnya, PSMTI sebagai organisasi sosial budaya tidak berarti harus buta terhadap permasalahan politik.

“Saya sambut baik wacana itu. Seperti yang saya katakan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama termasuk di politik. Memang organisasi ini dasarnya adalah kegiatan sosial budaya, namun tidak berarti harus buta politik. Semua elemen bangsa harus melek dan berwawasan politik. Hal ini penting agar, di 2024 tidak asal pilih, tapi memilih dengan wawasan dan kebijakan. Mau terjun langsung menyalurkan talenta politiknya atau tidak, yang penting adalah di parpol manapun kita berada silahkan dengan komitmen masing-masing, tetapi harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memikirkan kesejahteraan seluruh rakyat tanpa kecuali,” ungkap Syarief.

Di Partai Demokrat sendiri, lanjut Syarief, membuka pintu lebar-lebar untuk setiap warga negara tidak ada perbedaan.

“Siapa pun yang ingin berkontribusi dan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Demokrat, akan kami sambut. Di Demokrat bermacam etnis ada, termasuk Tionghoa. Pada intinya saya berpesan, berkiprahlah di mana pun, keluarkan potensi politik yang ada dengan tetap berpegang dan berpanduan kepada nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan perbedaan politik menjadi kekuatan untuk menyongsong Indonesia jaya,” pungkasnya.

(fhs/ega)