Didukung TNI, Pupuk Kaltim Akan Tanam 10 Juta Pohon hingga 2030

Jakarta

PT Pupuk Kaltim (PKT) menggagas inovasi lewat program bertajuk Community Forest. PKT nantinya akan bekerja sama dengan para mitra untuk melakukan penanaman 10 juta pohon hingga 2030.

Adapun salah satu mitra yang mendukung program ini adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada Rabu (24/8) PKT yang diwakili Direktur Utama, Rahmad Pribadi beserta tim berkesempatan beraudiensi dengan Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa beserta jajarannya di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi mengatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan yang diberikan Panglima TNI terhadap program Community Forest.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menyambut baik respons positif dari Bapak Panglima TNI beserta jajarannya yang berkenan berkomitmen bersama PKT untuk mendukung terlaksananya program Community Forest. Semoga sinergi baik ini bisa berkontribusi langsung untuk pengurangan emisi karbon yang sudah menjadi target PKT,” imbuh Rahmad Pribadi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

“Harapan kami, Community Forest ini bisa berkontribusi pada potensi penyerapan emisi karbon sebesar 5.379 ton CO2 per tahun,” sambungnya.

Nantinya, selama periode 2022-2030 akan dilakukan penanaman beberapa jenis tanaman seperti tanaman buah tahunan, tanaman kehutanan, tanaman endemik (langka) serta tanaman pesisir seperti mangrove dan lamun.

Penanaman akan dilakukan pada beberapa area seperti lahan kritis, lahan tidur atau kurang produktif, lahan bekas tambang dan area pesisir pantai.

“Semoga dengan program Community Forest ini akan semakin mempercepat pengurangan emisi karbon yang menjadi tujuan PKT di tahun 2030. Semoga program ini juga bisa menularkan dampak positif untuk keberlangsungan lingkungan hidup yang lebih baik lagi di masa depan,” kata Rahmad Pribadi.

Selain mengurangi emisi karbon melalui penanaman tanaman keras produktif, Community Forest pun bertujuan untuk melindungi keanekaragaman hayati, meningkatkan kesejahteraan dengan melibatkan masyarakat sekitar serta memberi nilai tambah ekonomi pada lahan yang kurang produktif.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan dukungan dari TNI akan diwujudkan dalam bentuk penyediaan lahan dan fasilitas pemeliharaan untuk penanaman 10 juta pohon hingga tahun 2030 mendatang.

Andika melihat program Community Forest yang digagas PKT ini sangat bagus dan membuat TNI bisa berkontribusi langsung dalam pemeliharaan lingkungan dan pencegahan perubahan iklim.

“Kami tidak hanya akan menyediakan lahan untuk lokasi penanaman pohon tapi juga akan terlibat untuk melakukan pemeliharaan tanaman. Kami berharap kerja sama ini juga bisa menjadi contoh bagi pihak lain untuk secara langsung terlibat dalam menjaga lingkungan hidup,” ujar Andika.

Sebagai informasi, pupuk Kaltim memang tengah menerapkan aspek Environment, Social and Governance (ESG) dan mengaplikasikannya ke dalam bentuk program inovatif, seperti Community Forest. Seluruh program nantinya bertujuan mencapai target PKT untuk pengurangan emisi karbon sebesar 32,50 persen di tahun 2030.

Sebelumnya, PKT telah mengoperasikan PLTS Atap yang bertujuan untuk mengurangi konsumsi listrik dan mengganti sepeda motor operasional dengan motor listrik yang kedepannya akan mencakup bus dan kendaraan lainnya. Semua inovasi tersebut dilakukan sebagai strategi PKT untuk mempercepat laju dekarbonisasi industri petrokimia dan pupuk.

(prf/ega)