Dinas Tenaga Kerja Banyumas: “Sekarang Sedikit-sedikit Rumah Makan Buka, Juli Sudah Ada Penyerapan Tenaga Ker

dinas tenaga kerja banyumas:

joko wiyonoKepala Dinnakerkop dan UKM, Joko Wiyono

PURWOKERTO-Di masa pandemi covid-19 sudah banyak pekerja yang dirunahkan. Bahkan ada pula yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Meski begitu di masa new normal ini diperkirakan akan ada kenaikan penyerapan tenaga kerja kembali pada Juli mendatang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinnakerkop dan UKM, Joko Wiyono, Senin (15/6).

“Sekarang kita lihat sedikit-sedikit sudah ada tempat-tempat rumah makan yang sudah buka. Ya diperkirakan Juli nanti sudah ada penyerapan tenaga kerja,” jelas dia.

Meski begitu, penyerapan tenaga kerja terssebut belum maksimal.

“Sekitar 50 persen bisa ada penyerapan tenaga kerja dan perekonomian di Banyumas kembali membaik,” tuturnya.

Meski begitu, iapun mengingatkan agar perusahaan tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19.

Diberitakan sebelumnya di Banyumas sebanyak 5.623 pekerja dirumahkan dan 187 pekerja terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kebijakan merumahkan dan PHK pekerja tersebut berasal dari 167 perusahaan yang sebagian besar di bidang hiburan, perhotelan, dan restoran. Data berasal dari hasil pendataan perusahaan terdampak covid-19, serta pekerja/buruh yang dirumahkan maupun ter-PHK yang dilakukan Dinnakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas.

Baca Juga:
Pembelajaran Tatap Muka, Kadindik Banyumas Irawati : Tunggu Keputusan Kemendikbud dan Tim Gugus Tugas Covid Kabupaten.
Jalan Bank Purwokerto Diberlakukan Dua Arah, Ini Rute Sah Keselurahan Sistem Satu Arah di Kota

“Jumlah 5.613 dirumahkan dan 187 itu baru data awal yang masuk sampai hari ini. Maksud dirumahkan ini tidak berangkat bekerja, tetapi masih digaji sesuai kesepakatan dengan perusahaannya. Atau ada yg dua minggu kerja dua minggu libur,” katanya.

Joko menjelaskan perusahaan terdampak pandemi covid-19 mengaku terjadi penurunan produktivitas karena penurunan dan pembatalan order, kesulitan pendistribusian produk, sampai penurunan omzet.

“Data tersebut yang dirumahkan dari 158 perusahaan, sementara yang di PHK dari sembilan perusahaan,” pungkasnya. (ali)

Sumber: