Dishub Jaksel Batasi Kendaraan ke Tebet Eco Park Pakai Aplikasi

Jakarta

Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan uji coba pembatasan kendaraan di Tebet Eco Park melalui aplikasi digital. Kendaraan dibatasi karena kawasan Tebet Eco Park ditetapkan sebagai area Low Emission Zone (LEZ).

“Aplikasi sederhana ini menjadi embrio dalam filter kendaraan di lokasi LEZ dan masih uji coba. Nantinya, pengguna kendaraan yang bukan merupakan warga sekitar, akan dianjurkan untuk menghindari lokasi LEZ, atau memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah ditentukan,” ujar Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Susilo Dewanto dalam keterangannya, Senin (25/7/2022).

Dia mengatakan pembatasan kawasan LEZ tidak diberlakukan untuk penduduk sekitar. Penghuni di kawasan Tebet diperbolehkan berlalu lalang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, wacana pembatasan kendaraan ini dilakukan dengan menempelkan stiker. Namun Sudinhub Jakarta Selatan memutuskan mengganti stiker tersebut dengan sistem digital.

“Makanya karena penghimpunan data kendaraan sudah digital, kita manfaatkan data itu untuk petugas di lapangan. Petugas kan sudah memiliki handphone, kita minta Sudin Kominfotik Jakarta Selatan untuk membuat aplikasi sederhana untuk memfilter kendaraan yang dimiliki warga,” ucap Susilo.

Pendataan kendaraan bermotor sudah dilakukan oleh pihak Kecamatan Tebet, Kelurahan Tebet Barat, Kelurahan Tebet Timur, RT dan RW. Hasilnya, sebanyak 600 lebih kendaraan sudah diinput oleh petugas.

“Jumlah tadi memungkinkan adanya pengurangan dan penambahan kendaraan. Kan penyegaran atau updating data itu pasti dilakukan,” imbuhnya.

Lokasi dan Tarif Parkir di Tebet Eco Park

Kawasan Tebet Eco Park ditetapkan sebagai zona emisi rendah. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) menyiapkan lima lokasi parkir bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Lokasinya berada di lahan Sarana Jaya, SMPN 73 Jakarta, Gedung Graha Pratama, gedung Wisma Pede, dan pom bensin SPBU 31-128,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Susilo Dewanto seperti dilansir Antara, Jumat (22/7).

Dia mengatakan penyediaan lokasi parkir ini untuk menjawab keresahan masyarakat yang mengeluhkan kurangnya lahan parkir saat mengunjungi taman hijau tersebut.

Lokasi parkir di lahan Sarana Jaya saat ini masih dalam proses pengerjaan. Rencananya lahan ini berkapasitas 102 mobil dan 335 motor.

Sedangkan di SMPN 73 Jakarta dapat memuat 50 mobil dan 200 motor. Gedung Graha Pratama memiliki kapasitas 100 mobil dan 150 motor.

Untuk mobil, tarif parkirnya Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya. Sedangkan tarif untuk sepeda motor adalah Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

Kemudian, gedung Wisma Pede dapat menampung 100 mobil dan 150 motor dengan tarif progresif Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya untuk mobil. Sedangkan untuk motor, tarifnya Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

Sementara itu, di pom bensin SPBU 31-128, disediakan kapasitas parkir untuk 20 mobil dan 50 motor. Tarif parkir mobil diberlakukan tarif progresif Rp 5.000 di jam pertama dan Rp 4.000 di jam selanjutnya. Dan untuk motor tarifnya Rp 2.000 di jam pertama dan Rp 2.000 di jam selanjutnya.

(ain/idn)