Ditawari Beasiswa ke Jepang Sejak Jadi Maba

ditawari beasiswa ke jepang sejak jadi maba

beasiswa  willy santosa saat berada di jepang.

Willy Santosa, Mahasiswa Unsoed yang Menguasai Tiga Bahasa

Bagi sebagian orang, sangat sulit mempelajari bahasa asing. Apalagi bila tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun berbeda dengan Willy Santosa, dia sangat hobi belajar bahasa asing. Kini, dia sudah menguasai tiga bahasa. Inggris, Jepang, dan Mandarin.

MAULIDIN WAHTYU S.P, Purwokerto

Willy mengaku tidak menyangka jika kemampuanya menguasai beberapa bahasa asing bisa berbuah manis. Kerja kerasnya menghafalkan tiga bahasa yakni Mandarin, Jepang, dan Inggris ternyata bisa mengantarkannya mendapat beasiswa ke Jepang.

“Nama beasiswanya dari monbukakusho. Awalnya saya tahu beasiswa tersebut dari dosen native speaker Jepang, Katsuki Chie,” kata mahasiswa semester 6 Jurusan Sastra Jepang Unsoed.

Saat itu, Katsuki Chie menawarkan beasiswa pada Willy. Namun ketika pertama kali ditawari beasiswa ke Jepang, dia belum bisa mendaftar.

“Sebagai mahasiswa baru saya belum punya IPK. Padahal itu jadi salah satu syarat,” kata putra pertama pasangan Muslim Mashudi dan Lily Moeldjanti.

Setahun kemudian, dia kembali ditawari. Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengiyakan tawaran tersebut dan segera memproses persyaratannya. “Syarat-syarat yang dibutuhkan seperti berkas nilai dan surat appliment dari kampus,” kata pemuda kelahiran 5 Januari 1995 ini.

Tidak hanya itu, Willy juga harus mengikuti seleksi untuk mendapatkan beasiswa yang sangat diinginkannya. Setelah dua bulan dari deadline pengumpulan berkas dan seleksi, ternyata dia lolos seleksi berkas dan bisa mengikuti seleksi selanjutnya. Yaitu seleksi tertulis.

“Seleksi tertulis itu dilakukan untuk mengetahui kemampuan berbahasa Jepang dan pengetahuan umum tentang Jepang. Pada seleksi tertulis itu, saya juga dinyatakan lolos. Sehingga akhirnya saya mendapatkan beasiswa ke Jepang selama setahun. Sejak September 2014 sampai September 2015 lalu,” tuturnya.

Willy tak menyangka, kemampuannya menguasai beberapa bahasa membuat dia bisa semakin menambah wawasan tentang dunia luar. Menurut dia, kemampuannya bisa membawa dampak positif, terutama dalam mengejar cita-citanya.

“Berawal dari suka, ternyata banyak membawa kebaikan. Mudah-mudahan dengan kemampuan yang saya miliki, bisa memuluskan untuk mengejar cita-cita saya,” ujar Willy ingin menjadi dosen itu.

Dikatakan Willy, kemampuannya tiga bahasa asing yang dimiliki karena beberapa faktor. Untuk bahasa Mandarin, dia kuasai karena pernah sekolah di Beijing. “Bisa karena terbiasa,” ungkapnya.

Sedangkan kemampuannya menguasai bahasa Jepang, awalnya belajar secara otodidak. Selain saat SMA ada mata pelajaran Bahasa Jepang. “Kalau bahasa Inggris, saya dulu pernah les,” terangnya.

Menurut Willy yang hobi main game Jepang, dengan menguasai bahasa asing akan semakin membuka peluang kerja dan kesempatan berkarir. (*/sus)

Sumber: