Diungkap Kapolri, Ini yang Terjadi di 3 Hari Awal Tewasnya Brigadir J

Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan kasus tewasnya Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Dia juga mengungkap serangkaian upaya Irjen Ferdy Sambo merekayasa kasus itu.

Jenderal Sigit menyampaikan hal itu saat rapat bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Untuk diketahui, tewasnya Brigadir J baru diketahui setelah 3 hari terjadinya peristiwa penembakan pada Jumat (8/7) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumat, 8 Juli 2022

Pada awal kasus ini diungkap ke publik, disebutkan Brigadir J tewas usai terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel, yang saat itu ditempati Ferdy Sambo.

Baku tembak disebut bermula dari pelecehan yang dilakukan Brigadir J kepada istri Sambo, Putri Candrawathi. Belakangan terungkap, Brigadir J tewas ditembak dan peristiwa meninggalnya direkayasa Sambo.

Usai Brigadir J tewas, Sambo menghubungi sejumlah pihak untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Sambo juga melibatkan sopirnya untuk menghubungi Kasat Reskrim Polres Jaksel yang saat itu dijabat AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit.

“Yang bersangkutan menghubungi beberapa orang, salah satunya Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan yang datang hadir pertama di TKP 17.30 WIB,” kata Jenderal Sigit, Rabu (24/8/2022).

rumah singgah kadiv propam polri irjen ferdy sambo di jaksel masih dipasangi garis polisi. kini garis polisi tersebut dipasang mengelilingi rumah tersebut. (dok detikcom)Rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang menjadi lokasi dibunuhnya Brigadir Yosua. (dok detikcom)

Lalu pada pukul 17.47 WIB, personel Biro Provos Divpropam juga datang ke TKP setelah dihubungi Sambo. Sebelum olah TKP selesai, saksi-saksi yang ada dibawa ke kantor Biro Paminal Divpropam Polri.

Mereka ialah ajudan serta sopir Sambo, yaitu Bharada Richard Eliezer (RE atau E), Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma’ruf.

Olah TKP di rumah dinas Kadiv Propam selesai sekitar pukul 19.40 WIB. Setelah itu, jenazah Brigadir J dibawa ke RS Polri untuk diautopsi.

Di hari yang sama, dibuat 2 laporan polisi (LP) ke Polres Jaksel. Dalam 2 laporan tersebut, Brigadir J menjadi terlapor. Belakangan, diketahui 2 LP itu sengaja dibuat untuk menghalangi penyidikan tewasnya Brigadir J.

Apa 2 laporan palsu yang dibuat tersebut? Simak di halaman selanjutnya.

Simak Video: Terbongkar! Ferdy Sambo Janjikan Bharada E SP3 Kasus Tewasnya Yoshua

[Gambas:Video 20detik]