DLH Periksa Kualitas Air Curug Cipendok

dlh periksa kualitas air curug cipendok

PT SAE Hentikan Eksplorasi Sementara
PURWOKERTO-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas mengecek kualitas air Curug Cipendok dan Sungai Prukut di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kamis (7/12). Pemeriksaan dilakukan lantaran sejak beberapa hari terakhir, dua sumber air warga Cilongok tersebut mengalami kekeruhan yang diduga akibat adanya eksplorasi pembangkit listrik tenaga pnas bumi (PLTPB) Baturraden.

Analias Laboratorium DLH Banyumas, Purwono mengatakan, pihaknya turun ke lapangan mengambil sampel air di dua lokasi tersebut. Nantinya, sampel tersebut akan diperiksa kandungan airnya karena tercemar oleh lumpur.

dlh periksa kualitas air curug cipendok
COKLAT SEMUA : Kondisi Curug Cipendok keruh sampai lumpur jelas terlihat di deadauanan sekitar air terjun. PIPT WARDHANY FOR RADAR BANYUMAS

“Tetapi dari pengecekan derajat keasaman (pH), cenderung normal. Karena pH berkisar pada 7. Sehingga untuk sementara disimpulkan kalau air tidak mengandung senyawa kimia, hanya bercampur kandungan lumpur,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk mengetahui kandungan air di Curug Cipendok dan Kali Prukut, nantinya bakal dianalisis di laboratorium. Hasilnya akan diperoleh dalam sepekan mendatang.

Salah seorang petugas wisata Curug Cipendok, Warsito mengungkapkan, dalam sebulan terakhir air di Curug Cipendok keruh terus.

“Namun, akhir-akhir ini cukup parah. Bahkan para pengunjung sudah tidak betah lama-lama bermain di curug. Sebab, kalau berada di sekitar curug, malah terkena air kotor. Karena air bercampur dengan lumpur,” jelasnya.

Warga lainnya, Slamet mengungkapkan, air Kali Prukut warnanya semakin keruh, terutama pada musim penghujan seperti sekarang. Warga tidak lagi memanfaatkan air Sungai Prukut untuk keperluan mencuci, karena sangat keruh.

“Kami berharap agar kekeruhan sungai segera diatasi, karena jelas-jelas sangat merugikan bagi warga,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Community Relationship PT Sejahtera Alam Energi (SAE) Riyanto Yusuf mengatakan, pihaknya tengah melakukan upaya untuk menangani kekeruhan. Bahkan, untuk sementara ini kegiatan eksplorasi dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Hal itu dilakukan, karena curah hujan di wilayah atas cukup tinggi, sehingga tidak mungkin melakukan kegiatan dengan kondisi cuaca seperti sekarang,” jelasnya.

Di sisi lain Yusuf mengatakan, pihaknya terus memasok air bersih untuk desa-desa yang terdampak air keruh. “Kami memasok enam tangki per harinya atau sesuai dengan kebutuhan di masing-masing desa terdampak. PT SAE segera merealisasikan pembuatan mata air baru dan sekarang pembangunan saluran air bersih masih berlangsung. Mudah-mudahan realisasi bulan Januari,” tambahnya. (why)

Sumber: