Dua Tahun Tak Ada Alokasi Anggaran

dua tahun tak ada alokasi anggaran

parah  kondisi trotoar di jalan jendral soedirman cukup parah. paving pecah dan trotoar juga berlubang.  dimas praboworadarmas
Parah : kondisi trotoar di jalan jendral soedirman cukup parah. Paving pecah dan trotoar juga berlubang. /dimas prabowo/radarmas

Pembangunan Trotoar

PURWOKERTO – Kondisi trotoar di beberapa ruas jalan semakin rusak. Hal itu diperparah dengan tidak adanya alokasi pembangunan trotoar selama dua tahun terakhir.

Dari pantauan Radarmas, trotoar yang berada di ruas jalan seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gerilya, hingga jalan dalam kota lainnya seperti Jalan Jenderal Soedirman, saat ini semakin rusak. Hal itu dikarenakan belum adanya perbaikan atau pembangunan sejak tahun lalu.

Tidak hanya struktur trotoar yang sudah rusak, bagian paving trotoar kebanyakan juga sudah pecah dan terkelupas. Sehingga para pejalan kaki lebih memilih melintas di badan jalan daripada trotoar.

“Ini sudah lama rusak karena banyak kendaraan yang parkir di trotoar. Belum ada perbaikan juga,” ujar salah seorang pejalan kaki di Jalan Jenderal Soedirman, Dimas.

Terkait hal itu, Kasi Perencanaan Tata Ruang Dinas Cipta Karya Kebersihan dan Tata Ruang (DCKKTR) Kabupaten Banyumas, Sudarsono mengatakan, belum dapat melakukan perbaikan trotoar yang ada di beberapa ruas jalan. Pasalnya, pembangunan trotoar yang diusulkan tidak dikabulkan dalam APBD.

“Usulan pembangunan trotoar seperti trotoar Yos Sudarso tidak dikabulkan, sehingga sekarang belum bisa dibenahi,” katanya.

Namun dia mengaku akan mengupayakan anggaran pemeliharaan trotoar di APBD perubahan. Sedangkan untuk penanganan trotoar, saat ini hanya ada satu ruas trotoar yang akan dilakukan pembangunan, yaitu trotoar di wilayah Perkotaan Cilongok. Itu sudah kita alokasikan sekitar Rp 800 juta,” tegasnya.

Dikatakan, untuk pemeliharaan trotoar, tahun lalu pihaknya sudah melakukan pemeliharaan trotoar dengan alokasi anggaran mencapai Rp 200 juta untuk pemeliharaan trotoar di kawasan Perkotaan Purwokerto, serta Rp 178 juta untuk pemeliharaan trotoar di luar wilayah Perkotaan Purwokerto, atau di kota-kota kecamatan.

“Penanganan di dalam kota, kita fokuskan pada titik-titik yang rusak saja. Saat ini pemeliharaan sudah dilakukan seperti trotoar di Jalan Ovis dan Jalan RA Wiriatmaja,” katanya.

Seperti diketahui, usulan pembangunan trotoar pada tahun 2016 ini mencapai Rp 2 miliar. Namun agaknya usulan tersebut belum bisa direalisasikan karena tidak masuk dalam APBD 2015. (bay/sus)

Sumber: