Dubes Ukraina: Jika Dunia Cuma Diam, Rusia Bisa Lakukan Lebih Buruk

Jakarta

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin bercerita mengenai semangat pantang menyerah saat Rusia menyerang wilayahnya. Hamianin mengibaratkan perjuangan itu dengan puisi ‘Aku' karya Chairil Anwar.

“Saya ingin memulai dengan sesuatu yang spesifik, karena minggu ini dan 2 hari terakhir ada yang hal sangat menarik dan menginspirasi, jadi saya ingin memulai briefing hari ini dengan ini, ‘Aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang, biar peluru menembus kulitku, aku tetap meradang, menerjang',” kata Hamianin saat membacakan puisi ‘Aku' saat press briefing virtual, Kamis (28/7/2022).

Hamianin mengatakan puisi itu sangat menginspirasi dirinya. Puisi karya Chairil Anwar itu, kata dia, juga menggambarkan apa yang saat ini terjadi di Ukraina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalian tahu pasti, puisi ini dibuat oleh penyair terkenal Chairil Anwar. Puisi yang sangat menginspirasi, dan puisi ini sangat merefleksikan apa yang terjadi di Indonesia pada waktu itu dan apa yang terjadi di Ukraina saat ini,” kata dia.

Hamianin mengatakan hari ini adalah perayaan Hari Kenegaraan Ukraina. Namun, untuk pertama kalinya perayaan dilakukan pada saat perang.

“Hal yang paling penting untuk Ukraina, hari ini adalah Hari Kenegaraan Ukraina dan 28 Juli, Ukraina merayakan Hari Kenegaraan pertama kali dalam sejarah kami rayakan dalam suasana perang,” kata dia.

Dia lalu menyinggung ‘hadiah' terbaik dari Presiden Rusia Vladimir Putin di hari kenegaraan itu. Hadiah itu, kata dia, adalah Ukraina diserang rudal dari berbagai penjuru.

“Hari ini kami menerima ucapan selamat yang serius dari Moskow rezim Vladimir Putin, wilayah Ukraina diserang rudal, lagi dan lagi, dari selatan ke utara, dari timur ke barat. Dan itu menjadi hadiah dari diktator Putin kepada warga Ukraina,” katanya.

Namun demikian, Hamianin tidak memiliki detail data serangan rudal itu. Akan tetapi, kata dia, saat ini Ukraina tidak bisa tidur karena serangan rudal.

“Saya tak punya statistiknya, tapi Ukraina tidak tidur malam ini karena serangan rudal berkali-kali di berbagai tempat, kadang bisa dicegah, tapi sebagian tidak. Ini memperlihatkan keinginan dari diktator Putin dan rezim Moskow ingin menghancurkan,” jelasnya.

Ukraina minta dunia tidak hanya diam.

Simak Video ‘Rusia Hancurkan Seratus Rudal HIMARS di Dnipropetrovsk':

[Gambas:Video 20detik]