Evaluasi Lambat Bakal Merugikan

evaluasi lambat bakal merugikan


TUNGGU EVALUASI : Sekolah yang menerapkan lima hari sekolah menunggu evaluasi dari Dindik. /DOK/RADARMAS
Evaluasi lambat bakal merugikan 1

Terkait Lima Hari Sekolah

PURWOKERTO – Evaluasi penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Banyumas yang belum juga selesai, disayangkan Komisi D Kabupaten Banyumas. Lambatnya evaluasi, dinilai bakal merugikan banyak pihak.

“Kami kecewa dengan Dinas Pendidikan (Dindik) yang belum bisa memutuskan penerapan lima hari sekolah, apakah akan tetap dilanjutkan atau dikembalikan ke enam hari sekolah. Ini dapat merugikan pemangku kepentingan, seperti guru, siswa dan orang tua siswa,” kata Sekretaris Komisi D Yoga Sugama, Rabu (20/1).

Yoga mengakui tidak mengetahui secara pasti metode evaluasi yang dilakukan Dindik. Namun jika mengunakan metode evaluasi secara komprehensif, seharusnya evaluasi sudah selesai. Sebab waktu yang diberikan sudah cukup lama, yakni enam bulan.

Ia juga menyayangkan sikap dinas yang tidak memberikan pengumuman tentang adanya ketelambatan evaluasi lima hari sekolah. “Seharusnya ada pengumuman, meskipun terlambat. Kapan pastinya akan ditetapkan apakah kembali ke enam hari sekolah atau tetap menggunakan lima hari sekolah,” kata dia.

Senada disampaikan Wakil Ketua Komisi D, Shinta Laela. Menurutnya, jika memang penerapan lima hari sekolah dinilai banyak memberatkan pemangku kepentingan, seharusnya bisa segera dicabut.

“Ya nanti akan kita tanyakan lagi ke Dindik. Ada kendala apa kok sampai sekarang belum diselesaikan. Kalau sudah tidak ada kendala, ya segera saja direalisasikan. Apakah akan dikembalikan ke enam hari sekolah atau tetap lima hari sekolah,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekolah seolah dipaksa untuk tetap menerapkan lima hari sekolah. Pasalnya, hingga pertengahan Januari, Dinas Pendidikan belum juga menyelesaikan evaluasi yang seharusnya selesai akhir Desember lalu. (why/sus)

Sumber: